Categories
Berita

Wamendes PDTT bahas kerja sama ekonomi desa dengan dubes Malaysia


Karena desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi berdiskusi dengan Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Bakar membahas kerja sama ekonomi tingkat desa.

“Karena desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi,” kata Wamendes PDTT Budi Arie usai pertemuan di Kantor Kedutaan Besar Malaysia Jakarta, Rabu.

Menurut dia, desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi karena perekonomian desa cenderung lebih cepat pulih.

Baca juga: Wamendes: Peran nelayan penting perkuat pangan dan ekonomi desa

“Jadi memang untung sekali Indonesia punya desa sehingga bisa jadi kekuatan ekonomi pascapandemi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan perekonomian desa, kata Wamendes, pengembangan ekonomi desa harus mulai masuk ke dalam ekosistem digital guna memperluas jangkauan pasar untuk produk-produk desa.

“Pandemi COVID-19 ini ada hikmahnya. Akibatnya masyarakat terbuka dengan digitalisasi. Masyarakat di kota juga jadi tahu pentingnya (aplikasi) zoom misalnya, lebih hemat dan lebih produktif,” kata Wamendes lebih lanjut.

Baca juga: Wamendes: Desa harus dilindungi dari penyebaran COVID-19 saat mudik

Sementara itu, Dubes Zainal Abidin mengatakan bahwa produk-produk desa di Indonesia pada dasarnya memiliki kualitas yang baik.

Sayangnya, produk berkualitas tersebut, katanya, tidak banyak dipasarkan di Malaysia.

“Saya lihat tas, sepatu dari kulit bagus-bagus. Saya pun beli juga,” katanya.

Baca juga: Wamendes dorong perangkat dan pendamping desa proaktif lawan COVID-19

Ia mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki kelebihan sendiri dalam bidang-bidang tertentu. Menurutnya, sistem kolaborasi akan dapat saling menutupi kekurangan antar keduanya.

Untuk itu, Zainal menawarkan dukungan di sektor tertentu sehingga mendorong produksi kerajinan masyarakat desa lebih maju lagi.

“Kita rasakan kita bisa membantu dalam bidang tertentu. Dalam hal tertentu Indonesia lebih maju, tapi kita rasa kita bisa bantu di sektor lain,” kata Zainal.

Baca juga: Wamendes PDTT: Dana desa tulang punggung kemajuan Indonesia

 

Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Karena desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi berdiskusi dengan Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Bakar membahas kerja sama ekonomi tingkat desa.

“Karena desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi,” kata Wamendes PDTT Budi Arie usai pertemuan di Kantor Kedutaan Besar Malaysia Jakarta, Rabu.

Menurut dia, desa dapat menjadi kekuatan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi karena perekonomian desa cenderung lebih cepat pulih.

Baca juga: Wamendes: Peran nelayan penting perkuat pangan dan ekonomi desa

“Jadi memang untung sekali Indonesia punya desa sehingga bisa jadi kekuatan ekonomi pascapandemi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan perekonomian desa, kata Wamendes, pengembangan ekonomi desa harus mulai masuk ke dalam ekosistem digital guna memperluas jangkauan pasar untuk produk-produk desa.

“Pandemi COVID-19 ini ada hikmahnya. Akibatnya masyarakat terbuka dengan digitalisasi. Masyarakat di kota juga jadi tahu pentingnya (aplikasi) zoom misalnya, lebih hemat dan lebih produktif,” kata Wamendes lebih lanjut.

Baca juga: Wamendes: Desa harus dilindungi dari penyebaran COVID-19 saat mudik

Sementara itu, Dubes Zainal Abidin mengatakan bahwa produk-produk desa di Indonesia pada dasarnya memiliki kualitas yang baik.

Sayangnya, produk berkualitas tersebut, katanya, tidak banyak dipasarkan di Malaysia.

“Saya lihat tas, sepatu dari kulit bagus-bagus. Saya pun beli juga,” katanya.

Baca juga: Wamendes dorong perangkat dan pendamping desa proaktif lawan COVID-19

Ia mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki kelebihan sendiri dalam bidang-bidang tertentu. Menurutnya, sistem kolaborasi akan dapat saling menutupi kekurangan antar keduanya.

Untuk itu, Zainal menawarkan dukungan di sektor tertentu sehingga mendorong produksi kerajinan masyarakat desa lebih maju lagi.

“Kita rasakan kita bisa membantu dalam bidang tertentu. Dalam hal tertentu Indonesia lebih maju, tapi kita rasa kita bisa bantu di sektor lain,” kata Zainal.

Baca juga: Wamendes PDTT: Dana desa tulang punggung kemajuan Indonesia

 

Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020