Categories
Berita

Wali Kota Bogor: Rektor IPB jalani isolasi di Sentul


Bogor (ANTARA) – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan Rektor IPB University Arif Satria memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Pak Rektor IPB, Alhamdulillah, kondisinya fit. Beliau memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul,” kata Bima Arya di Kota Bogor, Ahad, menjawab pertanyaan pers yang menanyakan kondisi Rektor IPB.

Menurut Bima Arya, menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak nyaman. “Saya tau menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak enak, karena saya pernah menjalaninya. Saya salut dan memberikan apresiasi kepada Pak Rektor,” katanya.

Arif Satria memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit, kata dia, dengan pertimbangan agar perawatannya lebih fokus sehingga lebih cepat sembuh, sekaligus menjaga agar keluarganya tidak terpapar COVID-19.

Baca juga: Rektor IPB minta alumni kompak dan tidak berkonflik

Baca juga: Bupati Bogor minta para kontak erat Rektor IPB isolasi mandiri

“Saya melihat Rektor IPB memiliki semangat tinggi. Beliau juga rajin olahraga,” katanya.

Bima menambahkan dirinya kaget mengetahui Arif Satria sampai terkonfirmasi positif COVID-19. “Karena, dia (Arif Satria) itu rajin berolahraga dan sangat menjaga kesehatan,” katanya.

Bima menduga Arif Satria terpapar COVID-19 karena aktivitasnya yang sangat tinggi.

“Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa, aktivitas tinggi, bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, karena sirkulasi udara di dalam ruangan, memakai masker yang kurang baik, atau ada virus yang menempel di bagian tubuh, bisa saja menjadi penyebab penularan,” katanya.

Rektor IPB Arif Satria, juga menjadi salah satu dari tujuh orang tim panitia seleksi calon pimpinan tinggi pratama yang menyeleksi calon sekretaris daerah Kota Bogor untuk penggantian Ade Sarip Hidayat yang memasuki pensiun pada September ini.

Ketika ditanya kontak Arif Satria dengan anggota panitia seleksi yang lain, menurut Bima, kontak Arif Satria dengan panitia seleksi sudah dilakukan pada dua pekan lalu. “Untuk antisipasi, panitia seleksi dan calon Sekda, semuanya sudah dilakukan tes usap (swab). Hasilnya semuanya negatif,” katanya.*

Baca juga: Ditelusuri, kontak erat Rektor IPB Prof Arif Satria 14 hari terakhir

Baca juga: Wali Kota Bogor optimistis Rektor IPB bisa segera sembuh

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Bogor (ANTARA) – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan Rektor IPB University Arif Satria memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Pak Rektor IPB, Alhamdulillah, kondisinya fit. Beliau memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul,” kata Bima Arya di Kota Bogor, Ahad, menjawab pertanyaan pers yang menanyakan kondisi Rektor IPB.

Menurut Bima Arya, menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak nyaman. “Saya tau menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak enak, karena saya pernah menjalaninya. Saya salut dan memberikan apresiasi kepada Pak Rektor,” katanya.

Arif Satria memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit, kata dia, dengan pertimbangan agar perawatannya lebih fokus sehingga lebih cepat sembuh, sekaligus menjaga agar keluarganya tidak terpapar COVID-19.

Baca juga: Rektor IPB minta alumni kompak dan tidak berkonflik

Baca juga: Bupati Bogor minta para kontak erat Rektor IPB isolasi mandiri

“Saya melihat Rektor IPB memiliki semangat tinggi. Beliau juga rajin olahraga,” katanya.

Bima menambahkan dirinya kaget mengetahui Arif Satria sampai terkonfirmasi positif COVID-19. “Karena, dia (Arif Satria) itu rajin berolahraga dan sangat menjaga kesehatan,” katanya.

Bima menduga Arif Satria terpapar COVID-19 karena aktivitasnya yang sangat tinggi.

“Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa, aktivitas tinggi, bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, karena sirkulasi udara di dalam ruangan, memakai masker yang kurang baik, atau ada virus yang menempel di bagian tubuh, bisa saja menjadi penyebab penularan,” katanya.

Rektor IPB Arif Satria, juga menjadi salah satu dari tujuh orang tim panitia seleksi calon pimpinan tinggi pratama yang menyeleksi calon sekretaris daerah Kota Bogor untuk penggantian Ade Sarip Hidayat yang memasuki pensiun pada September ini.

Ketika ditanya kontak Arif Satria dengan anggota panitia seleksi yang lain, menurut Bima, kontak Arif Satria dengan panitia seleksi sudah dilakukan pada dua pekan lalu. “Untuk antisipasi, panitia seleksi dan calon Sekda, semuanya sudah dilakukan tes usap (swab). Hasilnya semuanya negatif,” katanya.*

Baca juga: Ditelusuri, kontak erat Rektor IPB Prof Arif Satria 14 hari terakhir

Baca juga: Wali Kota Bogor optimistis Rektor IPB bisa segera sembuh

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020