Categories
Berita

Wali kota Bandarlampung: Politik uang racun bagi masyarakat


… Jangan karena kita mengejar uang Rp200.000, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat…

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) – Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, menyebutkan, politik uang oleh calon kepala daerah agar bisa terpilih merupakan racun yang akan menyengsarakan masyarakat ke depannya.

“Jangan karena kita mengejar uang Rp200.000, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat,” kata dia, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyarankan kepada masyarakat bila ada calon kepala daerah atau timnya membagikan uang agar ditolak dan segera tangkap serta laporkan ke pihak yang berwenang sebab itu menyusahkan rakyat bila jadi pemimpin.

Baca juga: Bawaslu: Politik uang pelecehan terhadap kecerdasan pemilih

“Masyarakat jangan mau dibohongi calon yang hanya umbar janji dan bermain uang ada sejarahnya, sudah mengeluarkan uang tidak mengembalikannya,” kata dia.

Menurut dia, cari calon kepala daerah yang dalam masa kampanye tidak mengeluarkan uang sebab orang-orang seperti itu akan bekerja untuk rakyat.

Baca juga: Rejang Lebong siapkan hadiah Rp100 juta bagi penangkap politik uang

“Saya selama menjabat wali kota dua periode tidak ada pakai-pakai uang untuk mendapatkan jabatan strategis di Bandarlampung dan itu boleh dicek langsung,” kata dia.

Hal itu, kata dia, karena dalam mendapatkan jabatan kepala daerah dia tidak menebar-nebarkan uang ke masyarakat.

“Kepala dinas, kepala sekolah dan lainnya tidak ada bayar-bayaran karena saya ingin rakyat sejahtera, karena kalau bayar-bayaran tidak akan ada kesejahteraan bagi masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Badan Pengawas Pemilu: Politik uang racun dalam berdemokrasi
 

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

… Jangan karena kita mengejar uang Rp200.000, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat…

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) – Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, menyebutkan, politik uang oleh calon kepala daerah agar bisa terpilih merupakan racun yang akan menyengsarakan masyarakat ke depannya.

“Jangan karena kita mengejar uang Rp200.000, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat,” kata dia, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyarankan kepada masyarakat bila ada calon kepala daerah atau timnya membagikan uang agar ditolak dan segera tangkap serta laporkan ke pihak yang berwenang sebab itu menyusahkan rakyat bila jadi pemimpin.

Baca juga: Bawaslu: Politik uang pelecehan terhadap kecerdasan pemilih

“Masyarakat jangan mau dibohongi calon yang hanya umbar janji dan bermain uang ada sejarahnya, sudah mengeluarkan uang tidak mengembalikannya,” kata dia.

Menurut dia, cari calon kepala daerah yang dalam masa kampanye tidak mengeluarkan uang sebab orang-orang seperti itu akan bekerja untuk rakyat.

Baca juga: Rejang Lebong siapkan hadiah Rp100 juta bagi penangkap politik uang

“Saya selama menjabat wali kota dua periode tidak ada pakai-pakai uang untuk mendapatkan jabatan strategis di Bandarlampung dan itu boleh dicek langsung,” kata dia.

Hal itu, kata dia, karena dalam mendapatkan jabatan kepala daerah dia tidak menebar-nebarkan uang ke masyarakat.

“Kepala dinas, kepala sekolah dan lainnya tidak ada bayar-bayaran karena saya ingin rakyat sejahtera, karena kalau bayar-bayaran tidak akan ada kesejahteraan bagi masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Badan Pengawas Pemilu: Politik uang racun dalam berdemokrasi
 

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020