Categories
Berita

Twitter perluas uji coba fitur “baca sebelum berbagi”


Jakarta (ANTARA) – Dalam upaya memperlambat penyebaran informasi yang salah dan mendorong orang untuk membaca artikel sebelum mencuit, Twitter memperluas uji coba fitur “baca sebelum berbagi” ke pengguna iOS.

Sebelumnya, dikutip dari Phone Arena, Sabtu, Twitter telah terlebih dahulu menguji coba fitur tersebut untuk pengguna Android mulai bulan Juni.

Menyusul hasil yang “menggembirakan” dari pengujian sebelumnya, Twitter mengumumkan rencana untuk memperluas fitur tersebut ke beberapa pengguna iOS.

“Kami melihat hasil yang menjanjikan dari fitur ini, jadi kami memperluas pengujian ke iOS,” cuit @TwitterSupport, Jumat (2/10).

Baca juga: Penjelasan Twitter soal proses terjadinya “trending topic”

Baca juga: Twitter dan TikTok bahas akuisisi?

Mereka yang akan menjadi bagian dari uji coba tersebut akan mendapat pertanyaan apakah mereka “ingin membukanya terlebih dahulu” yang akan muncul saat mencoba me-retweet atau mengutip tweet tanpa membuka tautan yang disertakan.

“Berbagi artikel dengan Retweet atau Quote Tweet? Jika Anda belum membaca artikelnya, kami akan bertanya apakah Anda ingin membukanya terlebih dahulu,” cuit @TwitterSupport.

Menurut Twitter, fitur tersebut telah mendorong peningkatan nyata dalam jumlah orang yang membaca artikel. Khususnya, pengguna Android membuka 40 persen lebih banyak artikel saat melihat pertanyaan tersebut.

Demikian pula dengan jumlah orang yang membaca konten terkait sebelum me-retweet naik 33 persen selama uji coba.

Dalam beberapa kasus, seperti yang ditunjukkan oleh Twitter, orang memilih untuk tidak me-retweet atau mengutip setelah membaca artikel tersebut.

Perintah untuk membuka artikel tersebut akan muncul tanpa melihat penerbit/media, yang berarti Twitter tidak secara khusus menargetkan sumber informasi yang salah atau berita palsu, melainkan semua konten.

Baca juga: Twitter peringatkan tangguhkan pengguna yang berharap kematian Trump

Baca juga: Aplikasi ini bisa sulap ruangan jadi galeri batik

Baca juga: Twitter mulai uji coba DM suara

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Dalam upaya memperlambat penyebaran informasi yang salah dan mendorong orang untuk membaca artikel sebelum mencuit, Twitter memperluas uji coba fitur “baca sebelum berbagi” ke pengguna iOS.

Sebelumnya, dikutip dari Phone Arena, Sabtu, Twitter telah terlebih dahulu menguji coba fitur tersebut untuk pengguna Android mulai bulan Juni.

Menyusul hasil yang “menggembirakan” dari pengujian sebelumnya, Twitter mengumumkan rencana untuk memperluas fitur tersebut ke beberapa pengguna iOS.

“Kami melihat hasil yang menjanjikan dari fitur ini, jadi kami memperluas pengujian ke iOS,” cuit @TwitterSupport, Jumat (2/10).

Baca juga: Penjelasan Twitter soal proses terjadinya “trending topic”

Baca juga: Twitter dan TikTok bahas akuisisi?

Mereka yang akan menjadi bagian dari uji coba tersebut akan mendapat pertanyaan apakah mereka “ingin membukanya terlebih dahulu” yang akan muncul saat mencoba me-retweet atau mengutip tweet tanpa membuka tautan yang disertakan.

“Berbagi artikel dengan Retweet atau Quote Tweet? Jika Anda belum membaca artikelnya, kami akan bertanya apakah Anda ingin membukanya terlebih dahulu,” cuit @TwitterSupport.

Menurut Twitter, fitur tersebut telah mendorong peningkatan nyata dalam jumlah orang yang membaca artikel. Khususnya, pengguna Android membuka 40 persen lebih banyak artikel saat melihat pertanyaan tersebut.

Demikian pula dengan jumlah orang yang membaca konten terkait sebelum me-retweet naik 33 persen selama uji coba.

Dalam beberapa kasus, seperti yang ditunjukkan oleh Twitter, orang memilih untuk tidak me-retweet atau mengutip setelah membaca artikel tersebut.

Perintah untuk membuka artikel tersebut akan muncul tanpa melihat penerbit/media, yang berarti Twitter tidak secara khusus menargetkan sumber informasi yang salah atau berita palsu, melainkan semua konten.

Baca juga: Twitter peringatkan tangguhkan pengguna yang berharap kematian Trump

Baca juga: Aplikasi ini bisa sulap ruangan jadi galeri batik

Baca juga: Twitter mulai uji coba DM suara

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020