Categories
Berita

Riau sediakan fasilitas isolasi untuk 1.521 pasien COVID-19


Pekanbaru (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Riau sudah menyediakan fasilitas isolasi yang bisa menampung 1.521 pasien COVID-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

“Sampai kini belum sampai 100 yang digunakan. Ini perlu disampaikan agar tidak muncul kekhawatiran masyarakat kalau terus terjadi lonjakan (kasus COVID-19),” kata Gubernur Riau Syamsuar usai rapat koordinasi mengenai penanganan COVID-19 bersama Wali Kota Pekanbaru di Pekanbaru, Sabtu.

Syamsuar menjelaskan bahwa Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru sepakat untuk mendata semua pasien COVID-9 dengan gejala ringan dan tanpa gejala yang kurang mampu untuk dipindahkan ke fasilitas isolasi yang disediakan oleh pemerintah.

Pemerintah antara lain menyediakan fasilitas isolasi di Rusunawa Rejosari, Gedung Diklat Badan Pengembangan SDM Riau, Balai Pelatihan Kesehatan Riau, asrama haji, serta sejumlah hotel bintang dua dan tiga.

Pasien COVID-19 dengan gejala ringan maupun orang yang terserang virus corona namun tidak mengalami gejala sakit (Orang Tanpa Gejala/OTG) akan dipindahkan ke fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah guna memudahkan pengawasan dan meminimalkan risiko penularan.

“Akan kita data pasien OTG yang dari keluarga kurang mampu akan dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang disediakan. Ini fasilitas di luar rumah sakit, seperti di diklat dan hotel yang sudah kita siapkan,” kata Gubernur.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan tenaga kesehatan untuk melayani pasien COVID-19 di fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Rumah sakit milik TNI dan Polri di Riau juga akan membantu penyediaan tenaga kesehatan pendukung pelayanan pasien di fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Sabtu siang jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Riau sebanyak 4.687 orang dengan perincian 2.012 orang sudah dinyatakan sembuh, 95 orang meninggal dunia, 1.750 orang menjalani isolasi mandiri, dan 830 orang dirawat di rumah sakit.

Gubernur mengatakan bahwa saat ini masih tersedia 348 tempat tidur pasien di ruang isolasi 48 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Riau. Di Kota Pekanbaru saja masih tersedia 83 tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Ruang isolasi di rumah sakit rujukan dikhususkan untuk menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Baca juga:
Kasus COVID-19 di Pekanbaru melonjak, ruang isolasi tinggal 96
Riau biayai sewa hotel untuk perawatan pasien COVID-19

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Pekanbaru (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Riau sudah menyediakan fasilitas isolasi yang bisa menampung 1.521 pasien COVID-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

“Sampai kini belum sampai 100 yang digunakan. Ini perlu disampaikan agar tidak muncul kekhawatiran masyarakat kalau terus terjadi lonjakan (kasus COVID-19),” kata Gubernur Riau Syamsuar usai rapat koordinasi mengenai penanganan COVID-19 bersama Wali Kota Pekanbaru di Pekanbaru, Sabtu.

Syamsuar menjelaskan bahwa Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru sepakat untuk mendata semua pasien COVID-9 dengan gejala ringan dan tanpa gejala yang kurang mampu untuk dipindahkan ke fasilitas isolasi yang disediakan oleh pemerintah.

Pemerintah antara lain menyediakan fasilitas isolasi di Rusunawa Rejosari, Gedung Diklat Badan Pengembangan SDM Riau, Balai Pelatihan Kesehatan Riau, asrama haji, serta sejumlah hotel bintang dua dan tiga.

Pasien COVID-19 dengan gejala ringan maupun orang yang terserang virus corona namun tidak mengalami gejala sakit (Orang Tanpa Gejala/OTG) akan dipindahkan ke fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah guna memudahkan pengawasan dan meminimalkan risiko penularan.

“Akan kita data pasien OTG yang dari keluarga kurang mampu akan dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang disediakan. Ini fasilitas di luar rumah sakit, seperti di diklat dan hotel yang sudah kita siapkan,” kata Gubernur.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan tenaga kesehatan untuk melayani pasien COVID-19 di fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Rumah sakit milik TNI dan Polri di Riau juga akan membantu penyediaan tenaga kesehatan pendukung pelayanan pasien di fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Sabtu siang jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Riau sebanyak 4.687 orang dengan perincian 2.012 orang sudah dinyatakan sembuh, 95 orang meninggal dunia, 1.750 orang menjalani isolasi mandiri, dan 830 orang dirawat di rumah sakit.

Gubernur mengatakan bahwa saat ini masih tersedia 348 tempat tidur pasien di ruang isolasi 48 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Riau. Di Kota Pekanbaru saja masih tersedia 83 tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Ruang isolasi di rumah sakit rujukan dikhususkan untuk menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Baca juga:
Kasus COVID-19 di Pekanbaru melonjak, ruang isolasi tinggal 96
Riau biayai sewa hotel untuk perawatan pasien COVID-19

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020