Categories
Berita

Putra Wapres Ma’ruf Amin luncurkan program mari bertani di Bima


Mataram (ANTARA) – Putra keempat Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin Achmad Syauqi meluncurkan program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri (Taman Nusatera) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Peluncuran program itu dilakukan bersama 
bersama Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani di Desa Kambilo Kecamatan Wawo.

Gus Syauqi menyampaikan, swasembada pangan melalui program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri (Taman Nusatera) tidak lain bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan ketahanan pangan di daerah.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal untuk kita sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Mataram.

Baca juga: Fadli Zon gagas kampanye nasional ‘Ayo Bertani’

Gus Syauqi yang juga selaku pengawas koperasi nasional itu, mengatakan ketahanan pangan nasional akan menjadi kunci ketahanan ekonomi. Untuk itu diperlukan sinergi semua pihak dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional agar kemampuan ekonomi rakyat semakin meningkat.

Menurut Gus Syauqi, petani adalah pahlawan ketahanan pangan, tanpa ada petani maka akan berhenti denyutan nadi negara. Karena itu melalui program tersebut, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan petani mulai dari bibit, pupuk, lahan dan lain lain.

Danrem 162/WB 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal, menyampaikan, peluncuran program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri NTB serta pemberian bantuan penanaman Jagung 10.000 hektare dan penyerahan bibit sapi merupakan program pemerintah yang harus dijaga dan diolah semaksimal mungkin dengan upaya dan sinergitas antara TNI, Appem dan masyarakat.

Baca juga: Perkuat pertanian NTB, Mentan serahkan bantuan Rp120 miliar

Danrem menjelaskan, pihaknya siap memotivasi serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Bima khususnya Desa Kambilo Kecamatan Wawo terkait imbauan pemerintah tentang upaya mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya mengingatkan bapak-bapak dan ibu-ibu agar patuhi imbauan dan kebijakan pemerintah untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19, harus memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Peluncuran program yang merupakan proyek percontohan nasional tersebut ditandai dengan pemukulan Gong oleh putra keempat Wapres RI Achmad Syauqi dilanjutkan pemberian secara simbolis bantuan pertanian kepada perwakilan petani yang ada di Desa Kambilo.

​​​​​​Kegiatan ini disaksikan 100 orang masyarakat Bima dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: NTB punya duta petani milenial alumni pondok pesantren
Baca juga: Kementan ingin semangat petani Sembalun NTB bangkit lewat korporasi

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Mataram (ANTARA) – Putra keempat Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin Achmad Syauqi meluncurkan program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri (Taman Nusatera) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Peluncuran program itu dilakukan bersama 
bersama Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani di Desa Kambilo Kecamatan Wawo.

Gus Syauqi menyampaikan, swasembada pangan melalui program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri (Taman Nusatera) tidak lain bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan ketahanan pangan di daerah.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal untuk kita sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Mataram.

Baca juga: Fadli Zon gagas kampanye nasional ‘Ayo Bertani’

Gus Syauqi yang juga selaku pengawas koperasi nasional itu, mengatakan ketahanan pangan nasional akan menjadi kunci ketahanan ekonomi. Untuk itu diperlukan sinergi semua pihak dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional agar kemampuan ekonomi rakyat semakin meningkat.

Menurut Gus Syauqi, petani adalah pahlawan ketahanan pangan, tanpa ada petani maka akan berhenti denyutan nadi negara. Karena itu melalui program tersebut, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan petani mulai dari bibit, pupuk, lahan dan lain lain.

Danrem 162/WB 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal, menyampaikan, peluncuran program Mari Bertani Taman Nusantara Petani Mandiri NTB serta pemberian bantuan penanaman Jagung 10.000 hektare dan penyerahan bibit sapi merupakan program pemerintah yang harus dijaga dan diolah semaksimal mungkin dengan upaya dan sinergitas antara TNI, Appem dan masyarakat.

Baca juga: Perkuat pertanian NTB, Mentan serahkan bantuan Rp120 miliar

Danrem menjelaskan, pihaknya siap memotivasi serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Bima khususnya Desa Kambilo Kecamatan Wawo terkait imbauan pemerintah tentang upaya mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya mengingatkan bapak-bapak dan ibu-ibu agar patuhi imbauan dan kebijakan pemerintah untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19, harus memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Peluncuran program yang merupakan proyek percontohan nasional tersebut ditandai dengan pemukulan Gong oleh putra keempat Wapres RI Achmad Syauqi dilanjutkan pemberian secara simbolis bantuan pertanian kepada perwakilan petani yang ada di Desa Kambilo.

​​​​​​Kegiatan ini disaksikan 100 orang masyarakat Bima dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: NTB punya duta petani milenial alumni pondok pesantren
Baca juga: Kementan ingin semangat petani Sembalun NTB bangkit lewat korporasi

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020