Categories
Berita

Mendes optimistis sumbangsih peserta KKN percepat pembangunan desa


Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis sumbangsih yang diberikan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan KKN dapat membantu mempercepat pembangunan di desa.

“Ini adalah bagian yang sangat saya harapkan dan kami tunggu-tunggu,” kata Mendes yang akrab disapa Gus Menteri itu dalam sambutan melalui webinar KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Ia berharap kegiatan KKN yang dilakukan para mahasiwa tersebut di daerah perdesaan dapat membantu mempercepat pembangunan di desa, baik dalam bidang ekonomi, sosial, dan sumber daya masyarakat dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya.

Dengan memiliki desa yang mandiri dan maju, ia berharap Indonesia juga dapat segera memiliki kemandirian yang dinanti-nanti.

“Karena kemandirian bangsa Indonesia tergantung pada kemandirian desa. Ketika warga desa kita semua mandiri, mandiri ekonomi, mandiri budaya, mandiri politiknya, saya yakin Indonesia akan cepat menjadi bangsa yang mandiri,” katanya.

Kemudian, selain mengharapkan sumbangsih nyata para peserta KKN terhadap kemajuan desa, Gus Menteri juga berpesan agar dalam melaksanakan KKN, para mahasiswa tersebut dapat fokus menangani permasalahan yang dihadapi di desa tempat mereka menjalani kegiatan KKN.

“Lakukan kegiatan KKN dengan senantiasa bertumpu pada permasalahan yang dihadapi warga masyarakat, terutama warga desa, karena desa adalah suatu hierarki terkecil di dalam pemerintahan, tetapi di dalam desa kita temukan kompleksitas kehidupan,” katanya.

Di desa, menurutnya, banyak terdapat sistem budaya, sistem sosial dan juga sistem ekonomi. Desa juga merupakan satu model miniatur kehidupan makro yang lebih besar dengan berbagai permasalahan di dalamnya, seperti masalah kemiskinan dan juga keterbelakangan dalam bidang pendidkan.

Baca juga: Sektor wirausaha dongkrak kemandirian warga Desa Imogiri

Untuk itu, dengan fokus pada permasalahan yang dihadapi desa, kegiatan KKN para mahasiswa tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan yang ada di desa tersebut sehingga upaya pembangunan desa dapat secepatnya terwujud.

Baca juga: Belajar dari Desa Kutuh, membangun kemandirian desa

Kemudian, selain itu, Gus Menteri juga berpesan kepada para peserta KKN agar menentukan segala sesuatu berdasarkan skala prioritas.

Baca juga: Budayakan kemandirian, warga desa di Kalsel dilatih pertanian hidroponik

“Mana yang paling penting dan mana yang paling dibutuhkan oleh sebagian besar warga masyarakat desa. Itulah yang perlu ditindaklanjuti,” demikian kata Gus Menteri.

Pewarta: Katriana
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis sumbangsih yang diberikan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan KKN dapat membantu mempercepat pembangunan di desa.

“Ini adalah bagian yang sangat saya harapkan dan kami tunggu-tunggu,” kata Mendes yang akrab disapa Gus Menteri itu dalam sambutan melalui webinar KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Ia berharap kegiatan KKN yang dilakukan para mahasiwa tersebut di daerah perdesaan dapat membantu mempercepat pembangunan di desa, baik dalam bidang ekonomi, sosial, dan sumber daya masyarakat dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya.

Dengan memiliki desa yang mandiri dan maju, ia berharap Indonesia juga dapat segera memiliki kemandirian yang dinanti-nanti.

“Karena kemandirian bangsa Indonesia tergantung pada kemandirian desa. Ketika warga desa kita semua mandiri, mandiri ekonomi, mandiri budaya, mandiri politiknya, saya yakin Indonesia akan cepat menjadi bangsa yang mandiri,” katanya.

Kemudian, selain mengharapkan sumbangsih nyata para peserta KKN terhadap kemajuan desa, Gus Menteri juga berpesan agar dalam melaksanakan KKN, para mahasiswa tersebut dapat fokus menangani permasalahan yang dihadapi di desa tempat mereka menjalani kegiatan KKN.

“Lakukan kegiatan KKN dengan senantiasa bertumpu pada permasalahan yang dihadapi warga masyarakat, terutama warga desa, karena desa adalah suatu hierarki terkecil di dalam pemerintahan, tetapi di dalam desa kita temukan kompleksitas kehidupan,” katanya.

Di desa, menurutnya, banyak terdapat sistem budaya, sistem sosial dan juga sistem ekonomi. Desa juga merupakan satu model miniatur kehidupan makro yang lebih besar dengan berbagai permasalahan di dalamnya, seperti masalah kemiskinan dan juga keterbelakangan dalam bidang pendidkan.

Baca juga: Sektor wirausaha dongkrak kemandirian warga Desa Imogiri

Untuk itu, dengan fokus pada permasalahan yang dihadapi desa, kegiatan KKN para mahasiswa tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan yang ada di desa tersebut sehingga upaya pembangunan desa dapat secepatnya terwujud.

Baca juga: Belajar dari Desa Kutuh, membangun kemandirian desa

Kemudian, selain itu, Gus Menteri juga berpesan kepada para peserta KKN agar menentukan segala sesuatu berdasarkan skala prioritas.

Baca juga: Budayakan kemandirian, warga desa di Kalsel dilatih pertanian hidroponik

“Mana yang paling penting dan mana yang paling dibutuhkan oleh sebagian besar warga masyarakat desa. Itulah yang perlu ditindaklanjuti,” demikian kata Gus Menteri.

Pewarta: Katriana
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020