Categories
Berita

Masa tanggap darurat bencana longsor dan banjir Ciganjur diperpanjang


kondisi saat ini air masih menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 cm

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperpanjang masa tanggap darurat korban longsor dan banjir di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur yang saat ini memasuki hari ketiga tahap pemulihan (recovery).

Hingga Senin, sejumlah warga terkena dampak longsor dan banjir Ciganjur masih bertahan di tempat pengungsian yang tersebar di sejumlah titik.

Baca juga: Pemprov DKI butuh peran masyarakat untuk cegah banjir berulang

“Sebenarnya masa tanggap darurat itukan tiga hari, hari ini upaya recovery masih berlangsung, jadi kita tambah lagi tiga hari, masa tanggap darurat diperpanjang,” kata Eka Susilawati, Kepala Seksi Kesra Kelurahan Ciganjur, saat ditemui di lokasi.

Eka menyebutkan pihaknya masih menginventarisir jumlah data warga mengungsi, karena data berubah-ubah setiap hari, dan tempat pengungsian warga terpencar di sejumlah tempat.

Menurut dia, sebagian warga sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing seperti pengungsian di Pendopo yang tadinya ada 35 orang kini tersisa 17 orang.

Terkait bantuan, lanjut Eka, pihaknya menerima banyak bantuan dari sejumlah pihak seperti PMI, ACT, Dinas Sosial, anggota dewan, hingga pastisipasi dari warga sekitar.

Bantuan makanan sudah disuplai oleh Dinas Sosial setiap hari 200 kotak makanan dari pagi hingga malam, sedangkan bantuan lain berupa pakaian, mattress dan selimut, termasuk pakaian dalam serta popok bayi juga sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir.

“Boleh dibilang saat ini gudang penyimpanan bantuan sudah ‘overload‘ menampung bantuan yang datang, semua itu sudah kita salurkan kepada warga,” kata Eka.

Warga melintasi genagan air di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, yang terdampak longsor dan banjir, Senin (12/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Sementara itu, kondisi saat ini air masih menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 cm. Hal ini dikarenakan aliran anak Kali Setu masih terhambat material longsor tembok pembatas kali yang rubuh menimpa kali.

Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Jakarta Selatan dan Kecamatan Jagakarsa mengerahkan tiga unit mini eskavator, dan kendaraan berat lainnya untuk membersihkan puing-puing tembok.

Baca juga: Wagub DKI ingatkan korban banjir laksanakan protokol COVID-19

Aliran listrik di pemukiman warga juga belum menyala dikarenakan masih ada aliran air yang menggenangi rumah warga, hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor dan banjir di Jalan Damai, RT 04/RW 02, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa terjadi Sabtu (10/10) saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Baca juga: Pemprov DKI investigasi indikasi pelanggaran tata ruang di Ciganjur

Peristiwa tersebut menewaskan satu orang warga, dua orang lainnya terluka. Banjir akibat longsor merendam 300 rumah warga setinggi 1,5 meter.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

kondisi saat ini air masih menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 cm

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperpanjang masa tanggap darurat korban longsor dan banjir di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur yang saat ini memasuki hari ketiga tahap pemulihan (recovery).

Hingga Senin, sejumlah warga terkena dampak longsor dan banjir Ciganjur masih bertahan di tempat pengungsian yang tersebar di sejumlah titik.

Baca juga: Pemprov DKI butuh peran masyarakat untuk cegah banjir berulang

“Sebenarnya masa tanggap darurat itukan tiga hari, hari ini upaya recovery masih berlangsung, jadi kita tambah lagi tiga hari, masa tanggap darurat diperpanjang,” kata Eka Susilawati, Kepala Seksi Kesra Kelurahan Ciganjur, saat ditemui di lokasi.

Eka menyebutkan pihaknya masih menginventarisir jumlah data warga mengungsi, karena data berubah-ubah setiap hari, dan tempat pengungsian warga terpencar di sejumlah tempat.

Menurut dia, sebagian warga sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing seperti pengungsian di Pendopo yang tadinya ada 35 orang kini tersisa 17 orang.

Terkait bantuan, lanjut Eka, pihaknya menerima banyak bantuan dari sejumlah pihak seperti PMI, ACT, Dinas Sosial, anggota dewan, hingga pastisipasi dari warga sekitar.

Bantuan makanan sudah disuplai oleh Dinas Sosial setiap hari 200 kotak makanan dari pagi hingga malam, sedangkan bantuan lain berupa pakaian, mattress dan selimut, termasuk pakaian dalam serta popok bayi juga sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir.

“Boleh dibilang saat ini gudang penyimpanan bantuan sudah ‘overload‘ menampung bantuan yang datang, semua itu sudah kita salurkan kepada warga,” kata Eka.

Warga melintasi genagan air di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, yang terdampak longsor dan banjir, Senin (12/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Sementara itu, kondisi saat ini air masih menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 cm. Hal ini dikarenakan aliran anak Kali Setu masih terhambat material longsor tembok pembatas kali yang rubuh menimpa kali.

Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Jakarta Selatan dan Kecamatan Jagakarsa mengerahkan tiga unit mini eskavator, dan kendaraan berat lainnya untuk membersihkan puing-puing tembok.

Baca juga: Wagub DKI ingatkan korban banjir laksanakan protokol COVID-19

Aliran listrik di pemukiman warga juga belum menyala dikarenakan masih ada aliran air yang menggenangi rumah warga, hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor dan banjir di Jalan Damai, RT 04/RW 02, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa terjadi Sabtu (10/10) saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Baca juga: Pemprov DKI investigasi indikasi pelanggaran tata ruang di Ciganjur

Peristiwa tersebut menewaskan satu orang warga, dua orang lainnya terluka. Banjir akibat longsor merendam 300 rumah warga setinggi 1,5 meter.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020