Categories
Berita

Kemendag bawa pelaku usaha Jatim tembus pasar ekspor


Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha

Jakarta (ANTARA) – Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) yang diadakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil membawa pelaku usaha asal Jawa Timur (Jatim) melakukan ekspor perdana secara mandiri di tengah kondisi ketidakpastian global akibat pandemi COVID-19.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Pelaku usaha tersebut yaitu PT Demapra Mega Perkasa yang mengekspor produk kopi arabika sebanyak satu kontainer senilai 106 ribu dolar AS ke Amerika Serikat dan CV Hortindo Agrokencana dengan produk ubi beku senilai 35 ribu dolar AS ke Jepang.

Baca juga: Kemendag-BI bersinergi perkuat pasar lokal dan tingkatkan ekspor

Baca juga: Kadin Jatim dorong UMKM garap peluang pasar Afrika

Mendag menyatakan capaian ini merupakan hasil menggembirakan dari partisipasi keduanya pada program pendampingan ekspor yang diselenggarakan Kemendag melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemedag Kasan menyampaikan program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun.

Program ini dikhususkan bagi para pelaku usaha yang telah mendaftarkan diri dan memperoleh rekomendasi dari dinas yang membidangi urusan perdagangan di masing-masing daerah.

Baca juga: Kemendag paparkan strategi pemasaran masa pandemi

Para peserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional. Program pendampingan eksportir ini sendiri telah berlangsung sejak 2010.

“Pada program tersebut pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan ekspor didampingi praktisi pelaku ekspor,” ujar Kasan.

Baca juga: LPEI latih ratusan pelaku UKM agar tembus pasar ekspor

Baca juga: Kadin Kediri manfaatkan jaringan bantu produk UMKM tembus pasar ekspor

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha

Jakarta (ANTARA) – Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) yang diadakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil membawa pelaku usaha asal Jawa Timur (Jatim) melakukan ekspor perdana secara mandiri di tengah kondisi ketidakpastian global akibat pandemi COVID-19.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Pelaku usaha tersebut yaitu PT Demapra Mega Perkasa yang mengekspor produk kopi arabika sebanyak satu kontainer senilai 106 ribu dolar AS ke Amerika Serikat dan CV Hortindo Agrokencana dengan produk ubi beku senilai 35 ribu dolar AS ke Jepang.

Baca juga: Kemendag-BI bersinergi perkuat pasar lokal dan tingkatkan ekspor

Baca juga: Kadin Jatim dorong UMKM garap peluang pasar Afrika

Mendag menyatakan capaian ini merupakan hasil menggembirakan dari partisipasi keduanya pada program pendampingan ekspor yang diselenggarakan Kemendag melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemedag Kasan menyampaikan program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun.

Program ini dikhususkan bagi para pelaku usaha yang telah mendaftarkan diri dan memperoleh rekomendasi dari dinas yang membidangi urusan perdagangan di masing-masing daerah.

Baca juga: Kemendag paparkan strategi pemasaran masa pandemi

Para peserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional. Program pendampingan eksportir ini sendiri telah berlangsung sejak 2010.

“Pada program tersebut pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan ekspor didampingi praktisi pelaku ekspor,” ujar Kasan.

Baca juga: LPEI latih ratusan pelaku UKM agar tembus pasar ekspor

Baca juga: Kadin Kediri manfaatkan jaringan bantu produk UMKM tembus pasar ekspor

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020