Categories
Berita

Jateng waspadai klaster COVID-19 di ponpes dan sekolah


dilakukan juga mitigasi klaster

Semarang (ANTARA) –

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mewaspadai klaster penyebaran COVID-19 di pondok pesantren dan sekolah dengan melakukan berbagai tindakan preventif.

“Hingga saat ini, dua klaster itu mendominasi kasus COVID-19, di samping sejumlah klaster lain yang masih ditemui kasus corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo di Semarang, Rabu.

Ia menyebutkan untuk klaster pondok pesantren dan sekolah itu tercatat jumlah kasus mencapai 648 kasus sehingga jika bisa ditangani dengan baik, maka penurunan kasus akan bisa terjadi dengan signifikan.

Untuk klaster pondok pesantren, kata dia, tersebar di Kebumen, Banyumas, dan daerah lain.

“Demikian juga sebaliknya, yang berada di luar ponpes dilarang masuk, sedangkan untuk Banyumas, penanganannya dilakukan dengan mengisolasi mereka yang terinfeksi COVID di sejumlah hotel dan tempat diklat di sekitar pondok pesantren,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menyampaikan ada beberapa klaster yang menjadi perhatian, diantaranya klaster pondok pesantren, sekolah, perkantoran, dan lainnya.

Ganjar berharap agar tidak ada stigma negatif baik terhadap penderita COVID-19 maupun yang sudah sembuh.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

dilakukan juga mitigasi klaster

Semarang (ANTARA) –

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mewaspadai klaster penyebaran COVID-19 di pondok pesantren dan sekolah dengan melakukan berbagai tindakan preventif.

“Hingga saat ini, dua klaster itu mendominasi kasus COVID-19, di samping sejumlah klaster lain yang masih ditemui kasus corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo di Semarang, Rabu.

Ia menyebutkan untuk klaster pondok pesantren dan sekolah itu tercatat jumlah kasus mencapai 648 kasus sehingga jika bisa ditangani dengan baik, maka penurunan kasus akan bisa terjadi dengan signifikan.

Untuk klaster pondok pesantren, kata dia, tersebar di Kebumen, Banyumas, dan daerah lain.

“Demikian juga sebaliknya, yang berada di luar ponpes dilarang masuk, sedangkan untuk Banyumas, penanganannya dilakukan dengan mengisolasi mereka yang terinfeksi COVID di sejumlah hotel dan tempat diklat di sekitar pondok pesantren,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menyampaikan ada beberapa klaster yang menjadi perhatian, diantaranya klaster pondok pesantren, sekolah, perkantoran, dan lainnya.

Ganjar berharap agar tidak ada stigma negatif baik terhadap penderita COVID-19 maupun yang sudah sembuh.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020