Categories
Berita

Dukung pemulihan ekonomi, PUPR gunakan teknologi berbasis UMKM


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR memanfaatkan teknologi berbasis Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) atau produk rakyat dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada TA 2020, Kementerian PUPR mendapat tambahan anggaran untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp1,36 triliun yang salah satunya digunakan untuk membeli produk UMKM sebesar Rp362,47 miliar.

Pembelian produk rakyat tersebut berupa material yang digunakan untuk produk inovasi PUPR seperti material Tambalan Cepat Mantap (TCM) Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) sebanyak 100.000 ton senilai Rp200 miliar.

Baca juga: Realisasi belanja infrastruktur Kementerian PUPR capai 59,5 persen

Penggunaan teknologi dalam meningkatkan konektivitas juga dilakukan dengan pembelian alat Light Weight Deflectometer (LWD) sebanyak 33 unit senilai Rp5 miliar. LWD merupakan alat untuk menguji dan mengumpulkan data kekuatan struktur tanah dasar/granular secara semi otomatis dan portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses.

Selanjutnya pembelian karet langsung dari petani di Provinsi Bengkulu untuk bahan campuran aspal senilai Rp20 miliar. Tambahan anggaran tersebut menambah pembelian karet petani untuk bahan campuran aspal pada TA 2020 menjadi Rp120 miliar untuk 11.338 ton karet.

Teknologi lainnya adalah Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) yang merupakan pengembangan inovasi Rumah instan sederhana sehat (Risha). Teknologi Ruspin memiliki konsep dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar dengan produk yang berbeda-beda atau sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran pembelian modular Ruspin sebesar Rp5,28 miliar untuk 250 unit.

Tambahan anggaran untuk tahun anggaran 2020 juga dimanfaatkan untuk pembelian produk rakyat lainnya berupa tandon air sebanyak 300 unit senilai Rp1,8 miliar dan pembelian Biodigester sebanyak 500 unit senilai Rp1,6 miliar.

Baca juga: Kementerian PUPR ungkap tantangan pengembangan wilayah jalan tol

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR memanfaatkan teknologi berbasis Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) atau produk rakyat dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada TA 2020, Kementerian PUPR mendapat tambahan anggaran untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp1,36 triliun yang salah satunya digunakan untuk membeli produk UMKM sebesar Rp362,47 miliar.

Pembelian produk rakyat tersebut berupa material yang digunakan untuk produk inovasi PUPR seperti material Tambalan Cepat Mantap (TCM) Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) sebanyak 100.000 ton senilai Rp200 miliar.

Baca juga: Realisasi belanja infrastruktur Kementerian PUPR capai 59,5 persen

Penggunaan teknologi dalam meningkatkan konektivitas juga dilakukan dengan pembelian alat Light Weight Deflectometer (LWD) sebanyak 33 unit senilai Rp5 miliar. LWD merupakan alat untuk menguji dan mengumpulkan data kekuatan struktur tanah dasar/granular secara semi otomatis dan portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses.

Selanjutnya pembelian karet langsung dari petani di Provinsi Bengkulu untuk bahan campuran aspal senilai Rp20 miliar. Tambahan anggaran tersebut menambah pembelian karet petani untuk bahan campuran aspal pada TA 2020 menjadi Rp120 miliar untuk 11.338 ton karet.

Teknologi lainnya adalah Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) yang merupakan pengembangan inovasi Rumah instan sederhana sehat (Risha). Teknologi Ruspin memiliki konsep dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar dengan produk yang berbeda-beda atau sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran pembelian modular Ruspin sebesar Rp5,28 miliar untuk 250 unit.

Tambahan anggaran untuk tahun anggaran 2020 juga dimanfaatkan untuk pembelian produk rakyat lainnya berupa tandon air sebanyak 300 unit senilai Rp1,8 miliar dan pembelian Biodigester sebanyak 500 unit senilai Rp1,6 miliar.

Baca juga: Kementerian PUPR ungkap tantangan pengembangan wilayah jalan tol

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020