Categories
Berita

DKI kolaborasi mitra dalam dan luar negeri sukseskan 3M


dengan adanya kemitraan dan saat ini kami sedang proses membuat Perdanya

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan 431 mitra dalam dan luar negeri untuk menyukseskan program 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) untuk memutus mata rantai pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Kamis, menyebut bahwa mitra-mitra yang secara detil terdiri dari 208 mitra dalam negeri dan 112 mitra luar negeri, masuk dalam platform Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Baca juga: Tekan COVID, Satgas BUMN sebarkan 45.000 masker ke pasar hingga halte

“Jadi gerakan cuci tangan dalam 3M didorong pada masyarakat dengan mengajak kemitraan di berbagai elemen dengan jumlah 431 mitra dalam dan luar negeri yang mendorong suksesnya 3M,” kata Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti webinar yang di selenggarakan Kemenkes RI dengan tema ‘Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia’, Kamis.

Kolaborasi ini, ujar Widyastuti, merupakan implementasi dari kerja bersama untuk menjalankan regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) 101 Tahun 2020 tentang Perubahan Pergub 79/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 serta Pergub lainnya yang mengatur soal 3M.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 1.191

“Tentu dengan kampanye yang masif dengan adanya regulasi yang kuat, dengan adanya kemitraan dan saat ini kami sedang proses membuat Perdanya,” ucap Widyastuti.

Perda penanggulangan COVID-19 yang saat ini tengah dalam proses finalisasi penyelesaian di Pemerintah Pusat tersebut, kata Widyastuti, tentunya di dalamnya juga ada aturan mengenai 3M termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Harapannya dengan Perda kekuatan gerakan ini, kekuatan kolaborasi ini menjadi lebih besar dan lebih besar mengimplementasikan di setiap masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Kapasitas ruang isolasi dan ICU COVID-19 Jakbar di atas 65 persen

Dengan kolaborasi dan berbagai dorongan termasuk masuk ke dunia pendidikan, diharapkan 3M ini yang di dalamnya ada gerakan mencuci tangan dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia secara umum.

 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

dengan adanya kemitraan dan saat ini kami sedang proses membuat Perdanya

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan 431 mitra dalam dan luar negeri untuk menyukseskan program 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) untuk memutus mata rantai pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Kamis, menyebut bahwa mitra-mitra yang secara detil terdiri dari 208 mitra dalam negeri dan 112 mitra luar negeri, masuk dalam platform Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Baca juga: Tekan COVID, Satgas BUMN sebarkan 45.000 masker ke pasar hingga halte

“Jadi gerakan cuci tangan dalam 3M didorong pada masyarakat dengan mengajak kemitraan di berbagai elemen dengan jumlah 431 mitra dalam dan luar negeri yang mendorong suksesnya 3M,” kata Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti webinar yang di selenggarakan Kemenkes RI dengan tema ‘Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia’, Kamis.

Kolaborasi ini, ujar Widyastuti, merupakan implementasi dari kerja bersama untuk menjalankan regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) 101 Tahun 2020 tentang Perubahan Pergub 79/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 serta Pergub lainnya yang mengatur soal 3M.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 1.191

“Tentu dengan kampanye yang masif dengan adanya regulasi yang kuat, dengan adanya kemitraan dan saat ini kami sedang proses membuat Perdanya,” ucap Widyastuti.

Perda penanggulangan COVID-19 yang saat ini tengah dalam proses finalisasi penyelesaian di Pemerintah Pusat tersebut, kata Widyastuti, tentunya di dalamnya juga ada aturan mengenai 3M termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Harapannya dengan Perda kekuatan gerakan ini, kekuatan kolaborasi ini menjadi lebih besar dan lebih besar mengimplementasikan di setiap masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Kapasitas ruang isolasi dan ICU COVID-19 Jakbar di atas 65 persen

Dengan kolaborasi dan berbagai dorongan termasuk masuk ke dunia pendidikan, diharapkan 3M ini yang di dalamnya ada gerakan mencuci tangan dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia secara umum.

 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020