Categories
Berita

Cawali Eri Cahyadi dapat dukungan warga Madura pada Pilkada Surabaya


Surabaya (ANTARA) – Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 1 Eri Cahyadi mendapat dukungan suara dari kelompok warga suku Madura yang tinggal di Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam kontestasi Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020.

“Insya Allah keluarga besar Madura khususnya di Surabaya Utara sepakat mendukung dan mencoblos Eri-Armuji,” kata tokoh masyarakat Madura Abdullah di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, pihaknya berterima kasih karena Eri Cahyadi bersedia menghadiri acara tok-otok di Kampung Seng, Sidodadi, Simokerto, Surabaya, Sabtu (10/10) malam. Tradisi tok otok adalah adat orang Madura sejenis arisan, tapi para anggotanya diisi laki-laki Madura.

Baca juga: Kadin: Cawali Eri Cahyadi sosok paling paham permasalahan Surabaya

Tok-otok ini merupakan ajang bergengsi di kalangan etnis Madura yang merantau. Adanya kegiatan ini untuk mempererat dan mempertahankan solidaritas kekerabatan etnis Madura yang berada di tanah rantau.

Abdullah mengatakan Eri-Armuji selama ini telah terbukti perhatian kepada warga Madura. Selama Eri Cahyadi menjabat sebagai Kepala Bappeko Pemkot Surabaya dan Armudji sebagai anggota DPRD Jatim dan mantan Ketua DPRD Surabaya, kerjanya jelas untuk warga.

“Beliau berdua sudah nyata perhatiannya kepada warga Madura di Surabaya,” katanya.

Baca juga: Armuji ajak warga Surabaya tolak politik uang jelang pilkada

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan kehadirannya dalam acara tok-otok itu adalah sebagai wujud perhatian dan cintanya kepada warga Madura. Ia ingin agar tradisi-tradisi warga Madura tetap bisa berjalan dengan baik di Surabaya.

Sebab bagaimanapun, lanjut dia, warga Madura sudah menjadi bagian besar dari Surabaya dan turut andil dalam pembangunan Kota Pahlawan.

“Tradisi tok-otok ini adalah bentuk budaya silaturahim serta gotong royong yang harus tetap dirawat dan dijaga. Tok-otok seperti budaya tolong menolong, apalagi di masa pandemi COVID-19, ini sangat berarti,” katanya.

Baca juga: SCWI soroti dugaan penggunaan dana kelurahan di Pilkada Surabaya

Eri memastikan, salah satu tugas sebagai wali kota Surabaya ke depan adalah menjaga toleransi keberagaman suku, ras, etnis, dan golongan yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

“Saya akan jaga harmoni, toleransi dan keberagaman di Surabaya. Ini adalah sebuah kekuatan besar bagi Surabaya,” katanya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Surabaya (ANTARA) – Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 1 Eri Cahyadi mendapat dukungan suara dari kelompok warga suku Madura yang tinggal di Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam kontestasi Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020.

“Insya Allah keluarga besar Madura khususnya di Surabaya Utara sepakat mendukung dan mencoblos Eri-Armuji,” kata tokoh masyarakat Madura Abdullah di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, pihaknya berterima kasih karena Eri Cahyadi bersedia menghadiri acara tok-otok di Kampung Seng, Sidodadi, Simokerto, Surabaya, Sabtu (10/10) malam. Tradisi tok otok adalah adat orang Madura sejenis arisan, tapi para anggotanya diisi laki-laki Madura.

Baca juga: Kadin: Cawali Eri Cahyadi sosok paling paham permasalahan Surabaya

Tok-otok ini merupakan ajang bergengsi di kalangan etnis Madura yang merantau. Adanya kegiatan ini untuk mempererat dan mempertahankan solidaritas kekerabatan etnis Madura yang berada di tanah rantau.

Abdullah mengatakan Eri-Armuji selama ini telah terbukti perhatian kepada warga Madura. Selama Eri Cahyadi menjabat sebagai Kepala Bappeko Pemkot Surabaya dan Armudji sebagai anggota DPRD Jatim dan mantan Ketua DPRD Surabaya, kerjanya jelas untuk warga.

“Beliau berdua sudah nyata perhatiannya kepada warga Madura di Surabaya,” katanya.

Baca juga: Armuji ajak warga Surabaya tolak politik uang jelang pilkada

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan kehadirannya dalam acara tok-otok itu adalah sebagai wujud perhatian dan cintanya kepada warga Madura. Ia ingin agar tradisi-tradisi warga Madura tetap bisa berjalan dengan baik di Surabaya.

Sebab bagaimanapun, lanjut dia, warga Madura sudah menjadi bagian besar dari Surabaya dan turut andil dalam pembangunan Kota Pahlawan.

“Tradisi tok-otok ini adalah bentuk budaya silaturahim serta gotong royong yang harus tetap dirawat dan dijaga. Tok-otok seperti budaya tolong menolong, apalagi di masa pandemi COVID-19, ini sangat berarti,” katanya.

Baca juga: SCWI soroti dugaan penggunaan dana kelurahan di Pilkada Surabaya

Eri memastikan, salah satu tugas sebagai wali kota Surabaya ke depan adalah menjaga toleransi keberagaman suku, ras, etnis, dan golongan yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

“Saya akan jaga harmoni, toleransi dan keberagaman di Surabaya. Ini adalah sebuah kekuatan besar bagi Surabaya,” katanya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020