Categories
Berita

BPBD dirikan tenda darurat untuk 150 KK pengungsi


Cianjur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda darurat untuk 150 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang cukup parah di dua kecamatan, Leles dan Agrabinta, kemungkinan jumlahnya akan bertambah.

“Untuk data sementara baru 150 KK dari dua kecamatan, belum dari dua kecamatan lainnya yang juga diterjang banjir. Kami masih melakukan pendataan, namun untuk sementara kami mendirikan tenda darurat dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga,” kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi Ahad.

Ia menjelaskan akibat banjir bandang yang melanda enam desa di dua kecamatan tersebut, membuat 18 rumah rusak dan puluhan lainnya mengalami rusak ringan. Sedangkan sisanya hanya terendam air setinggi 40 centimeter hingga 2 meter, sehingga warga yang rumahnya terendam terpaksa diungsikan.

Masih tingginya intensitas hujan sejak dua hari terakhir, membuat pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan diam di pengungsian guna menghindari banjir susulan. Meski menjelang siang, sebagian besar kaum pria kembali ke rumah untuk membersihkan sampah sisa banjir.

Baca juga: Ratusan rumah di Kabupaten Cianjur terendam banjir

Baca juga: BPBD Cianjur imbau warga tetap waspada banjir susulan

“Kami tetap mengimbau ketika hujan turun deras dengan intensitas lama terutama menjelang malam, warga yang pulang ke rumah untuk kembali ke pengungsian yang dinilai aman dari jangkauan air, karena banjir susulan dapat terjadi kapanpun terlebih masih tingginya intensitas hujan,” katanya.

Untuk tempat pengungsian di dua kecamatan tersebut, dibagi di beberapa titik agar tidak terjadi penumpukan sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi yang masih berlangsung. Tidak hanya di tenda darurat warga di dua kecamatan juga menempati fasilitas umum seperti masjid, mushola dan madrasah.

Sementara warga di dua kecamatan lainnya Cijati dan Sindangbarang, sudah kembali ke rumah setelah terendam banjir akibat meluapnya sungai yang membentang di wilayah tersebut. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang parah akibat banjir setinggi 40 centimeter yang merendam seratusan rumah di kedua wilayah tersebut.

“Untuk dua kecamatan ini, petugas masih melakukan pendataan, namun data sementara seratusan rumah terendam dan tidak ada korban jiwa. Perhari ini, sebagian besar warga di Cijati dan Sindangbarang, sudah pulang ke rumah dan mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah,” kata Irfan.*

Baca juga: Di Cianjur, puluhan rumah di tiga desa terendam banjir

Baca juga: Polres Cianjur galang dana bantu korban banjir

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Cianjur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda darurat untuk 150 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang cukup parah di dua kecamatan, Leles dan Agrabinta, kemungkinan jumlahnya akan bertambah.

“Untuk data sementara baru 150 KK dari dua kecamatan, belum dari dua kecamatan lainnya yang juga diterjang banjir. Kami masih melakukan pendataan, namun untuk sementara kami mendirikan tenda darurat dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga,” kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi Ahad.

Ia menjelaskan akibat banjir bandang yang melanda enam desa di dua kecamatan tersebut, membuat 18 rumah rusak dan puluhan lainnya mengalami rusak ringan. Sedangkan sisanya hanya terendam air setinggi 40 centimeter hingga 2 meter, sehingga warga yang rumahnya terendam terpaksa diungsikan.

Masih tingginya intensitas hujan sejak dua hari terakhir, membuat pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan diam di pengungsian guna menghindari banjir susulan. Meski menjelang siang, sebagian besar kaum pria kembali ke rumah untuk membersihkan sampah sisa banjir.

Baca juga: Ratusan rumah di Kabupaten Cianjur terendam banjir

Baca juga: BPBD Cianjur imbau warga tetap waspada banjir susulan

“Kami tetap mengimbau ketika hujan turun deras dengan intensitas lama terutama menjelang malam, warga yang pulang ke rumah untuk kembali ke pengungsian yang dinilai aman dari jangkauan air, karena banjir susulan dapat terjadi kapanpun terlebih masih tingginya intensitas hujan,” katanya.

Untuk tempat pengungsian di dua kecamatan tersebut, dibagi di beberapa titik agar tidak terjadi penumpukan sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi yang masih berlangsung. Tidak hanya di tenda darurat warga di dua kecamatan juga menempati fasilitas umum seperti masjid, mushola dan madrasah.

Sementara warga di dua kecamatan lainnya Cijati dan Sindangbarang, sudah kembali ke rumah setelah terendam banjir akibat meluapnya sungai yang membentang di wilayah tersebut. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang parah akibat banjir setinggi 40 centimeter yang merendam seratusan rumah di kedua wilayah tersebut.

“Untuk dua kecamatan ini, petugas masih melakukan pendataan, namun data sementara seratusan rumah terendam dan tidak ada korban jiwa. Perhari ini, sebagian besar warga di Cijati dan Sindangbarang, sudah pulang ke rumah dan mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah,” kata Irfan.*

Baca juga: Di Cianjur, puluhan rumah di tiga desa terendam banjir

Baca juga: Polres Cianjur galang dana bantu korban banjir

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020