Categories
Berita

Bocah hanyut di Kali Angke Hulu ditemukan tak bernyawa


Jakarta (ANTARA) – Bocah bernama Mohammad Fadila (10) sudah tak bernyawa saat Tim Search and Rescue (SAR) DKI Jakarta menemukannya di Kali Angku Hulu, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa siang.

“Pukul 12.15 WIB tim berhasil menemukan korban. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Kasi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Eko Sumarno di Jakarta, Selasa.

Tim Gulkarmat Jakarta Barat berserta Tim SAR melakukan pencarian selama dua hari mulai Senin (5/10). Pencarian di hari pertama sempat ditunda lantaran tidak membuahkan hasil hingga malam hari.

Sebanyak tiga perahu karet milik Gulkarmat Jakarta Barat dikerahkan untuk mencari korban. Pukul 08.00 WIB, 15 personel pemadam kebakaran susuri Kali Angke Hulu, dekat lokasi TKP korban tenggelam.

Kemudian pada Selasa siang, Fadila ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam, yakni sekitar satu kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa dengan perahu karet menuju rumah duka.

Baca juga: Tim SAR cari bocah perempuan hanyut di Kali Angke Hulu Cengkareng
Baca juga: BPBD Jakarta: Warga bantaran sungai Pos Angke Hulu waspada Banjir

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) DKI Jakarta Hendra Sudirman menyebutkan korban tidak punya kemampuan berenang.

“Korban bermain bersama tiga temannya di pinggir Kali Angke Hulu, kemudian memutuskan untuk berenang. Korban yang tidak dapat berenang mencoba ikut berenang di pinggiran kali,” kata Hendra di Jakarta, Senin (5/10).

Naas, karena tidak dapat berenang, korban terseret arus kali dan tenggelam sekitar pukul 14.55 WIB.

Hendra mengatakan area pencarian terhadap korban dibagi menjadi tiga. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian.

Tim kedua melakukan penyisiran secara visual melalui jalur darat sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian. Kemudian tim ketiga melakukan penyelaman bila memungkinkan, dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian.

Adapun unsur-unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR terdiri atas Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Rawa Buaya, Damkar Jakbar dan Satpol PP.

Kemudian PMI Jakbar, Babinsa, Tagana Dinas Sosial, ACT, IEA Jakbar, Dompet Dhuafa, Pala Baja, Potsar Kedoya, VSE, CAT, Semut Adventure, keluarga korban serta masyarakat setempat.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Bocah bernama Mohammad Fadila (10) sudah tak bernyawa saat Tim Search and Rescue (SAR) DKI Jakarta menemukannya di Kali Angku Hulu, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa siang.

“Pukul 12.15 WIB tim berhasil menemukan korban. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Kasi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Eko Sumarno di Jakarta, Selasa.

Tim Gulkarmat Jakarta Barat berserta Tim SAR melakukan pencarian selama dua hari mulai Senin (5/10). Pencarian di hari pertama sempat ditunda lantaran tidak membuahkan hasil hingga malam hari.

Sebanyak tiga perahu karet milik Gulkarmat Jakarta Barat dikerahkan untuk mencari korban. Pukul 08.00 WIB, 15 personel pemadam kebakaran susuri Kali Angke Hulu, dekat lokasi TKP korban tenggelam.

Kemudian pada Selasa siang, Fadila ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam, yakni sekitar satu kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa dengan perahu karet menuju rumah duka.

Baca juga: Tim SAR cari bocah perempuan hanyut di Kali Angke Hulu Cengkareng
Baca juga: BPBD Jakarta: Warga bantaran sungai Pos Angke Hulu waspada Banjir

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) DKI Jakarta Hendra Sudirman menyebutkan korban tidak punya kemampuan berenang.

“Korban bermain bersama tiga temannya di pinggir Kali Angke Hulu, kemudian memutuskan untuk berenang. Korban yang tidak dapat berenang mencoba ikut berenang di pinggiran kali,” kata Hendra di Jakarta, Senin (5/10).

Naas, karena tidak dapat berenang, korban terseret arus kali dan tenggelam sekitar pukul 14.55 WIB.

Hendra mengatakan area pencarian terhadap korban dibagi menjadi tiga. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian.

Tim kedua melakukan penyisiran secara visual melalui jalur darat sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian. Kemudian tim ketiga melakukan penyelaman bila memungkinkan, dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian.

Adapun unsur-unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR terdiri atas Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Rawa Buaya, Damkar Jakbar dan Satpol PP.

Kemudian PMI Jakbar, Babinsa, Tagana Dinas Sosial, ACT, IEA Jakbar, Dompet Dhuafa, Pala Baja, Potsar Kedoya, VSE, CAT, Semut Adventure, keluarga korban serta masyarakat setempat.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020