Categories
Berita

Riau gunakan Rusunawa untuk rawat pasien COVID-19


Pekanbaru (ANTARA) – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Riau mulai menggunakan rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Pekanbaru untuk merawat pasien terkonfirmasi tanpa gejala.

“Rusunawa sekarang sudah ditempati lima orang pasien,” kata Gubernur Riau Syamsuar pada saat peninjauan di Kota Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan lima pasien yang kini berada di Rusunawa tersebut terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala, sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit rujukan, karena kondisi ruang isolasi mulai penuh. Penempatan pasien tanpa gejala di sana bisa memudahkan pengawasan kesehatan ketimbang isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Riau tambah 99, total jadi 1.460 kasus

Baca juga: Alami lonjakan, Gubernur Riau percepat penanganan COVID-19 di Siak

Masing-masing pasien di Rusunawa ditempatkan di satu kamar sendirian yang sudah dilengkapi dengan tempat tidur, lemari, meja, kursi, peralatan makan dan perlengkapan mandi.

“Tujuannya, warga kita yang sekarang melaksanakan isolasi mandiri agar dapat perawatan intensif. Kami harap isolasi mandiri di tempat ini, perawatan oleh pemerintah kota dan pemprov lebih terkontrol dan memudahkan pengawasan terhadap perkembangan kesehatan saudara-saudara kita ini,” katanya.

Satgas COVID-19 Riau juga memberikan obat secara gratis kepada pasien yang melakukan isolasi di luar rumah sakit, maupun yang isolasi mandiri. Tenaga kesehatan Puskesmas rutin mengontrol kesehatan pasien tersebut dan melakukan uji usap kepada pasien tersebut.

Syamsuar mengatakan Satgas COVID-19 Riau sudah menyiapkan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi dengan gejala ringan atau tanpa gejala sebagai antisipasi apabila terus terjadi lonjakan kasus baru.

Menurut dia, gedung Rusunawa Pekanbaru memiliki kapasitas 360 tempat tidur dan ada juga Balai Diklat ESDM Riau yang bisa menampung 100 pasien serta Bapelkes Riau untuk 72 pasien.

Baca juga: Langgar protokol kesehatan, puluhan warga Pekanbaru jalani hukuman

“Selain itu, masih ada asrama haji Riau yang bisa digunakan dan DIklat KLHK juga siap menampung,” kata Syamsuar.

Sejak Agustus, Riau mengalami lonjakan kasus mencapai 1.000 orang dalam sebulan, dan kini penambahan kasus baru rata-rata 100 pasien per hari dan lebih banyak dari yang sembuh. Ada 43 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Riau dengan kapasitas 710 tempat tidur dan yang sudah digunakan lebih dari 400.

Syamsuar berharap tidak terus terjadi lonjakan kasus baru, sehingga lokasi darurat untuk merawat pasien COVID-19 tidak perlu digunakan. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menghindari kerumunan dan rajin mencuci tangan.

“Gunakan masker, karena itu bisa mencegah penularan virus corona hingga 70 persen. Pakai masker di rumah maupun di luar rumah, saat menerima tamu di rumah pakailah masker demi kesehatan diri sendiri, orang lain dan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 Riau melonjak di tengah rencana pembukaan sekolah

Baca juga: Riau butuhkan strategi ibarat lari maraton tangani pandemi COVID-19

Hingga Minggu siang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau ada 2.442 kasus terkonfirmasi COVID-19. Jumlah pasien yang harus menjalani perawatan ada 1.176 orang, terdiri dari 496 dirawat di RS dan 680 isolasi mandiri.

Jumlah pasien sembuh mencapai. 1.224 orang, sedangkan yang meninggal dunia ada 42 orang.

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Pekanbaru (ANTARA) – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Riau mulai menggunakan rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Pekanbaru untuk merawat pasien terkonfirmasi tanpa gejala.

“Rusunawa sekarang sudah ditempati lima orang pasien,” kata Gubernur Riau Syamsuar pada saat peninjauan di Kota Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan lima pasien yang kini berada di Rusunawa tersebut terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala, sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit rujukan, karena kondisi ruang isolasi mulai penuh. Penempatan pasien tanpa gejala di sana bisa memudahkan pengawasan kesehatan ketimbang isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Riau tambah 99, total jadi 1.460 kasus

Baca juga: Alami lonjakan, Gubernur Riau percepat penanganan COVID-19 di Siak

Masing-masing pasien di Rusunawa ditempatkan di satu kamar sendirian yang sudah dilengkapi dengan tempat tidur, lemari, meja, kursi, peralatan makan dan perlengkapan mandi.

“Tujuannya, warga kita yang sekarang melaksanakan isolasi mandiri agar dapat perawatan intensif. Kami harap isolasi mandiri di tempat ini, perawatan oleh pemerintah kota dan pemprov lebih terkontrol dan memudahkan pengawasan terhadap perkembangan kesehatan saudara-saudara kita ini,” katanya.

Satgas COVID-19 Riau juga memberikan obat secara gratis kepada pasien yang melakukan isolasi di luar rumah sakit, maupun yang isolasi mandiri. Tenaga kesehatan Puskesmas rutin mengontrol kesehatan pasien tersebut dan melakukan uji usap kepada pasien tersebut.

Syamsuar mengatakan Satgas COVID-19 Riau sudah menyiapkan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi dengan gejala ringan atau tanpa gejala sebagai antisipasi apabila terus terjadi lonjakan kasus baru.

Menurut dia, gedung Rusunawa Pekanbaru memiliki kapasitas 360 tempat tidur dan ada juga Balai Diklat ESDM Riau yang bisa menampung 100 pasien serta Bapelkes Riau untuk 72 pasien.

Baca juga: Langgar protokol kesehatan, puluhan warga Pekanbaru jalani hukuman

“Selain itu, masih ada asrama haji Riau yang bisa digunakan dan DIklat KLHK juga siap menampung,” kata Syamsuar.

Sejak Agustus, Riau mengalami lonjakan kasus mencapai 1.000 orang dalam sebulan, dan kini penambahan kasus baru rata-rata 100 pasien per hari dan lebih banyak dari yang sembuh. Ada 43 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Riau dengan kapasitas 710 tempat tidur dan yang sudah digunakan lebih dari 400.

Syamsuar berharap tidak terus terjadi lonjakan kasus baru, sehingga lokasi darurat untuk merawat pasien COVID-19 tidak perlu digunakan. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menghindari kerumunan dan rajin mencuci tangan.

“Gunakan masker, karena itu bisa mencegah penularan virus corona hingga 70 persen. Pakai masker di rumah maupun di luar rumah, saat menerima tamu di rumah pakailah masker demi kesehatan diri sendiri, orang lain dan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 Riau melonjak di tengah rencana pembukaan sekolah

Baca juga: Riau butuhkan strategi ibarat lari maraton tangani pandemi COVID-19

Hingga Minggu siang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau ada 2.442 kasus terkonfirmasi COVID-19. Jumlah pasien yang harus menjalani perawatan ada 1.176 orang, terdiri dari 496 dirawat di RS dan 680 isolasi mandiri.

Jumlah pasien sembuh mencapai. 1.224 orang, sedangkan yang meninggal dunia ada 42 orang.

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020