Categories
Berita

Respons cuaca ekstrem, Bupati-wali kota NTT diingatkan siaga bencana


Para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan seluruh bupati dan wali kota untuk siaga bencana menyusul adanya peringatan dini BMKG terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang dan petir melanda provinsi berbasis kepulauan ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi di Kupang, Sabtu, mengatakan hal itu terkait upaya antisipasi pemerintah terhadap terjadinya bencana alam sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda NTT mulai 3 hingga 7 Januari 2019 dengan terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor serta terjadi angin kencang dan petir.

“Gubernur NTT sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota agar mulai siaga bencana selama NTT dilanda cuaca buruk,” katanya.

Menurut dia, Pemprov NTT meminta para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Gubernur sudah meminta agar bantuan tangap darurat baik makanan, terpal dan selimut dan tenda serta dapur umum harus disiapkan lebih dini sehingga lebih cepat didistribusikan kepada warga yang tertimpa musib akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Selain itu juga fasilitas operasi dalam penanggulangan bencana juga harus disiapkan saat ini.

Dia mengatakan, pemprov berharap semua kabupaten/kota untuk membentuk posko penanggulangan bencana hingga ke desa-desa untuk mempermudah pemerintah dalam melakukan penanganan terhadap para korban bencana apabila terjadi bencana alam.

“Semua daerah harus segera bentuk posko penanggulangan bencana dan diharapkan semua kejadian dilaporkan kepada pemerintah Provinsi NTT,” katanya.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana seperti di daerah perbukitan yang rawan longsor dan bantaran kali untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. 

Baca juga: BNPB bantu Rp31 miliar penanggulangan bencana di NTT

Baca juga: Brimob Polda NTT diperintahkan siaga bencana alam

Baca juga: Pemkab Kupang : Dana desa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan seluruh bupati dan wali kota untuk siaga bencana menyusul adanya peringatan dini BMKG terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang dan petir melanda provinsi berbasis kepulauan ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi di Kupang, Sabtu, mengatakan hal itu terkait upaya antisipasi pemerintah terhadap terjadinya bencana alam sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda NTT mulai 3 hingga 7 Januari 2019 dengan terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor serta terjadi angin kencang dan petir.

“Gubernur NTT sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota agar mulai siaga bencana selama NTT dilanda cuaca buruk,” katanya.

Menurut dia, Pemprov NTT meminta para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Gubernur sudah meminta agar bantuan tangap darurat baik makanan, terpal dan selimut dan tenda serta dapur umum harus disiapkan lebih dini sehingga lebih cepat didistribusikan kepada warga yang tertimpa musib akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Selain itu juga fasilitas operasi dalam penanggulangan bencana juga harus disiapkan saat ini.

Dia mengatakan, pemprov berharap semua kabupaten/kota untuk membentuk posko penanggulangan bencana hingga ke desa-desa untuk mempermudah pemerintah dalam melakukan penanganan terhadap para korban bencana apabila terjadi bencana alam.

“Semua daerah harus segera bentuk posko penanggulangan bencana dan diharapkan semua kejadian dilaporkan kepada pemerintah Provinsi NTT,” katanya.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana seperti di daerah perbukitan yang rawan longsor dan bantaran kali untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. 

Baca juga: BNPB bantu Rp31 miliar penanggulangan bencana di NTT

Baca juga: Brimob Polda NTT diperintahkan siaga bencana alam

Baca juga: Pemkab Kupang : Dana desa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020