Categories
Berita

Pusat Penguatan Karater berperan wujudkan Pelajar Pancasila


Orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak dan generasi muda sehingga mereka tidak terpisah dari nilai-nilai Pancasila.

Jakarta (ANTARA) – Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berperan dalam mewujudkan siswa Indonesia menjadi Pelajar Pancasila.

“SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pelajar Pancasila memiliki enam karakter utama yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif.

Pelajar Pancasila, kata dia, mengerti apa itu moralitas, keadilan sosial, spiritualitas, punya rasa cinta kepada agama, manusia, dan cinta kepada alam. Selain itu, Pelajar Pancasila mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, menciptakan hal-hal baru, dan menemukan cara lain.

Baca juga: Pelajar diajak implementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan

“Pelajar Pancasila juga harus tahu cara berkolaborasi dan bekerja sama sesama murid serta memiliki sikap kebhinekaan global yakni perasaan menghormati keberagaman dan memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan,” jelas dia.

“Profil Pelajar Pancasila inilah yang akan mampu menyiapkan anak bangsa menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0,” ungkap Hendarman.

Untuk itu Puspeka Kemendikbud menggelar sejumlah kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila yang dapat diikuti oleh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Di antaranya gelar bincang “Aku, Kamu, Dia dan Pancasila”, lomba Hari Lahir Pancasila, maupun sejumlah webinar yang diikuti ribuan peserta.

Melalui kegiatan tersebut, kata Hendarman, dapat menjadikan nilai-nilai Pancasila semakin tumbuh dan dekat di dalam kehidupan sehari-hari serta memunculkan rasa kebinekaan di dalam keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Komisi X DPR apresiasi kebijakan dan capaian Kemendikbud

“Orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak dan generasi muda sehingga mereka tidak terpisah dari nilai-nilai Pancasila,” kata dia lagi.

Melalui kegiatan tersebut, Hendarman berharap siswa Indonesia dapat menguatkan kesadaran pentingnya keberagaman menjadi modal utama dalam memajukan bangsa melalui gotong royong.
 

Puspeka Kemendikbud (ANTARA/HO- Dok pri)

 

Capaian Puspeka Kemendikbud (ANTARA/HO- Dok pri)

Terobosan Puspeka

Pusat Penguatan Karakter juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan virtual pertama di dunia mulai dari kemah virtual hingga nonton bareng virtual.

Hendarman mengatakan kegiatan yang diselenggarakan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa. Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia yang diselenggarakan secara virtual pada 6 hingga 9 Juli.

“Melalui terobosan ini, kami ingin terjalin hubungan erat antara siswa dan anggota keluarga,” ujar Hendarman.

Kemah virtual tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional. Hendarman menjelaskan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia tersebut merupakan kegiatan pengembangan diri bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Baca juga: Kemendikbud : Sekolah perlu sediakan dua opsi pembelajaran

Tujuan dari kegiatan tersebut yakni menumbuhkan kecintaan akan Pancasila pada generasi muda, memberikan pemahaman tentang pentingnya Pancasila dalam kebhinekaan global, mengajak generasi muda untuk mengamalkan Pancasila pada kehidupan sehari-hari, dan menjalin hubungan yang semakin erat antara para siswa dengan orang tua dan anggota keluarga dalam praktik baik sehari-hari.

Sementara, kegiatan nonton bareng (nobar) secara vitual film animasi ‘Battle of Surabaya’ diselenggarakan di Jakarta, Ahad (16/8).

Kegiatan nobar tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 4.000 siswa mulai jenjang SD hingga SMA dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Baca juga: Kemendikbud dorong orang tua ikuti kelas berbagi

Melalui penayangan virtual tersebut, dapat memberikan pelajaran kepada generasi muda mengenai sejarah perjuangan bangsa.

“Karakter cinta Tanah Air dan kesadaran perjuangan bangsa perlu ditanamkan untuk para pelajar di Indonesia,” ujarnya.

Puspeka Kemendikbud juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan lainnya seperti Hari Pendidikan Nasional (Belajar dari COVID-19), Cerita Inspiratif Guru dan Murid dalam Rangka Memperingati Hari Raya Idul Fitri, lomba dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang terdiri dari sejumlah lomba mulai dari komik, poster, baca puisi, animasi, hingga video edukasi TikTok.

Juga sejumlah webinar dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, hingga sejumlah webinar tentang pembelajaran kondisi khusus, tetap produktif pada masa penuh tantangan, seru belajar kebiasaan baru, dan kurikulum kondisi khusus, adaptasi pembelajaran kebiasaan baru.

Baca juga: Kemendikbud dan Kemenag apresiasi praktik baik satuan pendidikan

Pewarta: Indriani
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak dan generasi muda sehingga mereka tidak terpisah dari nilai-nilai Pancasila.

Jakarta (ANTARA) – Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berperan dalam mewujudkan siswa Indonesia menjadi Pelajar Pancasila.

“SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pelajar Pancasila memiliki enam karakter utama yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif.

Pelajar Pancasila, kata dia, mengerti apa itu moralitas, keadilan sosial, spiritualitas, punya rasa cinta kepada agama, manusia, dan cinta kepada alam. Selain itu, Pelajar Pancasila mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, menciptakan hal-hal baru, dan menemukan cara lain.

Baca juga: Pelajar diajak implementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan

“Pelajar Pancasila juga harus tahu cara berkolaborasi dan bekerja sama sesama murid serta memiliki sikap kebhinekaan global yakni perasaan menghormati keberagaman dan memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan,” jelas dia.

“Profil Pelajar Pancasila inilah yang akan mampu menyiapkan anak bangsa menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0,” ungkap Hendarman.

Untuk itu Puspeka Kemendikbud menggelar sejumlah kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila yang dapat diikuti oleh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Di antaranya gelar bincang “Aku, Kamu, Dia dan Pancasila”, lomba Hari Lahir Pancasila, maupun sejumlah webinar yang diikuti ribuan peserta.

Melalui kegiatan tersebut, kata Hendarman, dapat menjadikan nilai-nilai Pancasila semakin tumbuh dan dekat di dalam kehidupan sehari-hari serta memunculkan rasa kebinekaan di dalam keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Komisi X DPR apresiasi kebijakan dan capaian Kemendikbud

“Orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak dan generasi muda sehingga mereka tidak terpisah dari nilai-nilai Pancasila,” kata dia lagi.

Melalui kegiatan tersebut, Hendarman berharap siswa Indonesia dapat menguatkan kesadaran pentingnya keberagaman menjadi modal utama dalam memajukan bangsa melalui gotong royong.
 

Puspeka Kemendikbud (ANTARA/HO- Dok pri)

 

Capaian Puspeka Kemendikbud (ANTARA/HO- Dok pri)

Terobosan Puspeka

Pusat Penguatan Karakter juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan virtual pertama di dunia mulai dari kemah virtual hingga nonton bareng virtual.

Hendarman mengatakan kegiatan yang diselenggarakan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa. Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia yang diselenggarakan secara virtual pada 6 hingga 9 Juli.

“Melalui terobosan ini, kami ingin terjalin hubungan erat antara siswa dan anggota keluarga,” ujar Hendarman.

Kemah virtual tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional. Hendarman menjelaskan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia tersebut merupakan kegiatan pengembangan diri bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Baca juga: Kemendikbud : Sekolah perlu sediakan dua opsi pembelajaran

Tujuan dari kegiatan tersebut yakni menumbuhkan kecintaan akan Pancasila pada generasi muda, memberikan pemahaman tentang pentingnya Pancasila dalam kebhinekaan global, mengajak generasi muda untuk mengamalkan Pancasila pada kehidupan sehari-hari, dan menjalin hubungan yang semakin erat antara para siswa dengan orang tua dan anggota keluarga dalam praktik baik sehari-hari.

Sementara, kegiatan nonton bareng (nobar) secara vitual film animasi ‘Battle of Surabaya’ diselenggarakan di Jakarta, Ahad (16/8).

Kegiatan nobar tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 4.000 siswa mulai jenjang SD hingga SMA dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Baca juga: Kemendikbud dorong orang tua ikuti kelas berbagi

Melalui penayangan virtual tersebut, dapat memberikan pelajaran kepada generasi muda mengenai sejarah perjuangan bangsa.

“Karakter cinta Tanah Air dan kesadaran perjuangan bangsa perlu ditanamkan untuk para pelajar di Indonesia,” ujarnya.

Puspeka Kemendikbud juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan lainnya seperti Hari Pendidikan Nasional (Belajar dari COVID-19), Cerita Inspiratif Guru dan Murid dalam Rangka Memperingati Hari Raya Idul Fitri, lomba dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang terdiri dari sejumlah lomba mulai dari komik, poster, baca puisi, animasi, hingga video edukasi TikTok.

Juga sejumlah webinar dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, hingga sejumlah webinar tentang pembelajaran kondisi khusus, tetap produktif pada masa penuh tantangan, seru belajar kebiasaan baru, dan kurikulum kondisi khusus, adaptasi pembelajaran kebiasaan baru.

Baca juga: Kemendikbud dan Kemenag apresiasi praktik baik satuan pendidikan

Pewarta: Indriani
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020