Categories
Berita

Potensi migas Indonesia tarik perhatian perusahaan besar dunia


Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources

Jakarta (ANTARA) –
Potensi minyak dan gas (migas) Indonesia menarik perhatian salah satu perusahaan besar migas unkonvensional dunia, EOG Resources yang berasal dari Houston, Amerika Serikat, yang pada 12 Agustus 2020 secara resmi mengajukan keanggotaan data migas Indonesia.

“Keberhasilan menggaet investor baru ke Tanah Air menunjukkan bahwa potensi migas Indonesia dinilai masih sangat menarik,” kata Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin di Jakarta, Selasa.

Upaya SKK Migas dalam menggaet calon investor kelas dunia dimulai sejak tahun 2019 ketika SKK Migas melaksanakan roadshow ke beberapa negara, salah satunya di Amerika Serikat, untuk mempromosikan data potensi migas Indonesia.

Baca juga: SKK Migas: Lifting minyak hingga Agustus melebihi target
Baca juga: Dirjen Migas: 87,18 persen anggaran dialokasikan untuk masyarakat

“Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources, perusahaan yang tercatat berada di peringkat ke 186 dari Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456 ribu BOPD, 134 ribu BPD LNG, dan 1.366 MMSCFPD,” kata Jaffee melalui keterangan tertulis.

Pada Juli 2019 perwakilan tim EOG Resources melakukan kujungan ke SKK Migas selama dua minggu untuk membahas lebih detil langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu hingga Desember nanti, EOG Resources bersama SKK Migas, Ditjen Migas, dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian ESDM telah melakukan ‘quick look regional studies unconventional’. Kami menemukan indikasi awal yang baik terkait potensi migas unkonvensional di Indonesia,” ucap Jaffee.

Baca juga: Pengamat sebut kinerja Pertamina terkait pula dengan GCG

Jaffee menambahkan bahwa keikutsertaan EOG Resources dalam keanggotaan data migas Indonesia menjadi langkah selanjutnya dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

“Tentunya kami berharap awal yang baik ini akan berkembang menjadi keputusan investasi ke depannya. Dengan banyaknya investor masuk ke hulu migas, maka peluang ‘giant discoveries’ dan ‘development’ dalam rangka meningkatkan produksi akan semakin besar juga,” katanya.

Baca juga: Dikabarkan merugi, ini respons Pertamina
Baca juga: Pembentukan BUMN khusus pengganti SKK Migas perlu kehati-hatian
Baca juga: Cari cadangan migas, Pertamina EP selesaikan survei seismik 3D

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources

Jakarta (ANTARA) –
Potensi minyak dan gas (migas) Indonesia menarik perhatian salah satu perusahaan besar migas unkonvensional dunia, EOG Resources yang berasal dari Houston, Amerika Serikat, yang pada 12 Agustus 2020 secara resmi mengajukan keanggotaan data migas Indonesia.

“Keberhasilan menggaet investor baru ke Tanah Air menunjukkan bahwa potensi migas Indonesia dinilai masih sangat menarik,” kata Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin di Jakarta, Selasa.

Upaya SKK Migas dalam menggaet calon investor kelas dunia dimulai sejak tahun 2019 ketika SKK Migas melaksanakan roadshow ke beberapa negara, salah satunya di Amerika Serikat, untuk mempromosikan data potensi migas Indonesia.

Baca juga: SKK Migas: Lifting minyak hingga Agustus melebihi target
Baca juga: Dirjen Migas: 87,18 persen anggaran dialokasikan untuk masyarakat

“Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources, perusahaan yang tercatat berada di peringkat ke 186 dari Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456 ribu BOPD, 134 ribu BPD LNG, dan 1.366 MMSCFPD,” kata Jaffee melalui keterangan tertulis.

Pada Juli 2019 perwakilan tim EOG Resources melakukan kujungan ke SKK Migas selama dua minggu untuk membahas lebih detil langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu hingga Desember nanti, EOG Resources bersama SKK Migas, Ditjen Migas, dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian ESDM telah melakukan ‘quick look regional studies unconventional’. Kami menemukan indikasi awal yang baik terkait potensi migas unkonvensional di Indonesia,” ucap Jaffee.

Baca juga: Pengamat sebut kinerja Pertamina terkait pula dengan GCG

Jaffee menambahkan bahwa keikutsertaan EOG Resources dalam keanggotaan data migas Indonesia menjadi langkah selanjutnya dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

“Tentunya kami berharap awal yang baik ini akan berkembang menjadi keputusan investasi ke depannya. Dengan banyaknya investor masuk ke hulu migas, maka peluang ‘giant discoveries’ dan ‘development’ dalam rangka meningkatkan produksi akan semakin besar juga,” katanya.

Baca juga: Dikabarkan merugi, ini respons Pertamina
Baca juga: Pembentukan BUMN khusus pengganti SKK Migas perlu kehati-hatian
Baca juga: Cari cadangan migas, Pertamina EP selesaikan survei seismik 3D

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020