Categories
Berita

Pesona lukisan wayang karya seniman muda Rusia


London (ANTARA) – Sebanyak empat lukisan bertema wayang dengan sentuhan nuansa batik tampil mempesona di antara sekitar seratus lukisan karya dua puluh seniman muda Rusia pada pameran lukisan bertema ‘Cat Minyak dan Akrilik’, di Galeri Seni Want and Paint, di Moskow.

Pameran keempat lukisan yang dipamerkan diberi judul Wayang Golek: He Loves Her, Arjuna, Whisper, dan Cepot berlangsung hingga 29 Agustus mendatang, demikian Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, Rabu.

Keempat lukisan bertema wayang dan batik tersebut merupakan karya seorang Indonesianis muda di Rusia, Volodymyr Kyrychenko.

Masing-masing lukisan berukuran sekitar 30×20 cm menampilkan keunikan melalui sapuan cat minyak di atas kanvas yang menampilkan sosok tokoh wayang Rama dan Sinta, Arjuna, dan Cepot, dengan sapuan warna warni bernuansa batik.

Berbekal pengalaman tinggal, sekolah S2, dan bekerja di Jakarta selama sekitar dua tahun, ia yang kerap disapa teman-teman Indonesianya dengan nama Vladimir Kiri, berupaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada warga Rusia melalui karya lukisnya.

Baca juga: BNPB sosialisasikan budaya sadar bencana lewat wayang golek

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Moskow, Azis Nurwahyudi, menyampaikan apresiasinya atas keempat lukisan bertema wayang dan batik tersebut saat berkunjung ke pameran lukisan. “Keempat lukisan bertema wayang dan batik sangat menonjol, berkarakter dan unik di antara semua lukisan yang dipamerkan”, ujar dia.

Ia memberikan semangat kepada Kyrychenko yang mendampinginya untuk memberikan penjelasan singkat atas keempat lukisan yang dipamerkan.

“Teruslah aktif berkarya dan berkreasi melalui lukisan bertema sangat Indonesia, seperti wayang dan batik ini. Sebagai generasi muda dan juga Indonesianis di Rusia, karya lukis yang unik seperti ini akan menjadi ciri khas tersendiri dari seorang Vladimir Kiri dan media efektif untuk semakin memperkenalkan Indonesia di Rusia melalui karya seni,” ujar Nurwahyudi.

Tidak hanya dia yang terpukau dengan karya Kyrychenko, pengunjung pameran juga menyatakan kekaguman mereka. Para pengunjung pameran, baik saat pembukaan maupun berlangsungnya pameran tidak hanya para seniman, tetapi juga penikmat seni.

Baca juga: Perajin wayang lestarikan budaya ke sekolah-sekolah

Lukisan berjudul Wayang Golek: He Loves Her yang menampilkan sosok Rama dan Sinta dalam balutan kostum batik aneka warna yang serasi, mendapat tempat khusus di hati para pengunjung. Goresan lukisan wayang golek ini memberikan nuansa warna yang elegan dan serasi serta penggambaran motif batik yang indah.

Beberapa pengunjung pameran menyatakan kekaguman dan ketidakpercayaannya sebuah lukisan mampu memberikan cerita sejarah dan budaya dari suatu negara, Indonesia.

Panitia pameran lukisan, Anastasia Zakharova, menyampaikan kekagumannya. “Ketika saya menggantung lukisan wayang ini, saya langsung terpesona dan penasaran untuk mengetahui lebih lanjut cerita di balik sosok lukisan yang saya lihat,” ujar dia.

“Saya berharap melalui karya lukisan yang saya hasilkan ini akan memberikan makna dan kesan tersendiri kepada khalayak di Rusia dan turut lebih memperkenalkan budaya Indonesia,” ujar Kyrychenko.

Baca juga: Wayang golek tampil di Prancis

Saat pembukaan, dia membawa wayang golek, Cepot. Hal ini mencuri perhatian para pengunjung pameran. Mereka mendekati lukisan wayang yang menampilkan tokoh Cepot dan bertanya tentang wayang dan Indonesia dengan penuh keingintahuan. Tidak sedikit pengunjung ingin menyentuh wayang golek Cepot dan mencoba untuk memainkannya.

Kecintaan dia terhadap wayang dimulai saat dia melihat wayang kulit untuk pertama kalinya di Museum Wayang di daerah Kota Tua, Jakarta. Saat itu, dia tidak mengetahui tentang wayang, baik sejarah maupun cerita di balik sosok wayang.

Ketidaktahuannya membawanya kepada observasi lebih dalam terhadap sosok wayang melalui bahan bacaan serta komunikasi dengan orang di Indonesia. Pengetahuan dia terhadap wayang bertumbuh semakin dalam seiring tumbuhnya minat untuk mempelajari motif batik.

Baca juga: “Wayang Golek” siap temani Puteri Indonesia Pariwisata berlaga di Polandia

“Wayang memiliki karakteristik serta mencerminkan sejarah dan budaya Indonesia yang sangat kental dan beraneka ragam. Wayang merupakan representasi yang pas untuk mengenalkan Indonesia kepada orang asing”, ujar dia.

Kyrychenko menyatakan ia juga berencana berkunjung ke Yogyakarta untuk mempelajari wayang lebih lanjut, serta Pacitan untuk mempelajari teknik pelukisan Wayang Beber.

“Apabila saya semakin mendalami pengetahuan tentang wayang, tentunya saya akan lebih kreatif dalam berkreasi dan semakin mempromosikan Indonesia melalui berbagai lukisan bertema wayang karya saya,” kata dia.

Baca juga: MPR kembali sosialisasi Empat Pilar lewat pagelaran wayang

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

London (ANTARA) – Sebanyak empat lukisan bertema wayang dengan sentuhan nuansa batik tampil mempesona di antara sekitar seratus lukisan karya dua puluh seniman muda Rusia pada pameran lukisan bertema ‘Cat Minyak dan Akrilik’, di Galeri Seni Want and Paint, di Moskow.

Pameran keempat lukisan yang dipamerkan diberi judul Wayang Golek: He Loves Her, Arjuna, Whisper, dan Cepot berlangsung hingga 29 Agustus mendatang, demikian Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, Rabu.

Keempat lukisan bertema wayang dan batik tersebut merupakan karya seorang Indonesianis muda di Rusia, Volodymyr Kyrychenko.

Masing-masing lukisan berukuran sekitar 30×20 cm menampilkan keunikan melalui sapuan cat minyak di atas kanvas yang menampilkan sosok tokoh wayang Rama dan Sinta, Arjuna, dan Cepot, dengan sapuan warna warni bernuansa batik.

Berbekal pengalaman tinggal, sekolah S2, dan bekerja di Jakarta selama sekitar dua tahun, ia yang kerap disapa teman-teman Indonesianya dengan nama Vladimir Kiri, berupaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada warga Rusia melalui karya lukisnya.

Baca juga: BNPB sosialisasikan budaya sadar bencana lewat wayang golek

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Moskow, Azis Nurwahyudi, menyampaikan apresiasinya atas keempat lukisan bertema wayang dan batik tersebut saat berkunjung ke pameran lukisan. “Keempat lukisan bertema wayang dan batik sangat menonjol, berkarakter dan unik di antara semua lukisan yang dipamerkan”, ujar dia.

Ia memberikan semangat kepada Kyrychenko yang mendampinginya untuk memberikan penjelasan singkat atas keempat lukisan yang dipamerkan.

“Teruslah aktif berkarya dan berkreasi melalui lukisan bertema sangat Indonesia, seperti wayang dan batik ini. Sebagai generasi muda dan juga Indonesianis di Rusia, karya lukis yang unik seperti ini akan menjadi ciri khas tersendiri dari seorang Vladimir Kiri dan media efektif untuk semakin memperkenalkan Indonesia di Rusia melalui karya seni,” ujar Nurwahyudi.

Tidak hanya dia yang terpukau dengan karya Kyrychenko, pengunjung pameran juga menyatakan kekaguman mereka. Para pengunjung pameran, baik saat pembukaan maupun berlangsungnya pameran tidak hanya para seniman, tetapi juga penikmat seni.

Baca juga: Perajin wayang lestarikan budaya ke sekolah-sekolah

Lukisan berjudul Wayang Golek: He Loves Her yang menampilkan sosok Rama dan Sinta dalam balutan kostum batik aneka warna yang serasi, mendapat tempat khusus di hati para pengunjung. Goresan lukisan wayang golek ini memberikan nuansa warna yang elegan dan serasi serta penggambaran motif batik yang indah.

Beberapa pengunjung pameran menyatakan kekaguman dan ketidakpercayaannya sebuah lukisan mampu memberikan cerita sejarah dan budaya dari suatu negara, Indonesia.

Panitia pameran lukisan, Anastasia Zakharova, menyampaikan kekagumannya. “Ketika saya menggantung lukisan wayang ini, saya langsung terpesona dan penasaran untuk mengetahui lebih lanjut cerita di balik sosok lukisan yang saya lihat,” ujar dia.

“Saya berharap melalui karya lukisan yang saya hasilkan ini akan memberikan makna dan kesan tersendiri kepada khalayak di Rusia dan turut lebih memperkenalkan budaya Indonesia,” ujar Kyrychenko.

Baca juga: Wayang golek tampil di Prancis

Saat pembukaan, dia membawa wayang golek, Cepot. Hal ini mencuri perhatian para pengunjung pameran. Mereka mendekati lukisan wayang yang menampilkan tokoh Cepot dan bertanya tentang wayang dan Indonesia dengan penuh keingintahuan. Tidak sedikit pengunjung ingin menyentuh wayang golek Cepot dan mencoba untuk memainkannya.

Kecintaan dia terhadap wayang dimulai saat dia melihat wayang kulit untuk pertama kalinya di Museum Wayang di daerah Kota Tua, Jakarta. Saat itu, dia tidak mengetahui tentang wayang, baik sejarah maupun cerita di balik sosok wayang.

Ketidaktahuannya membawanya kepada observasi lebih dalam terhadap sosok wayang melalui bahan bacaan serta komunikasi dengan orang di Indonesia. Pengetahuan dia terhadap wayang bertumbuh semakin dalam seiring tumbuhnya minat untuk mempelajari motif batik.

Baca juga: “Wayang Golek” siap temani Puteri Indonesia Pariwisata berlaga di Polandia

“Wayang memiliki karakteristik serta mencerminkan sejarah dan budaya Indonesia yang sangat kental dan beraneka ragam. Wayang merupakan representasi yang pas untuk mengenalkan Indonesia kepada orang asing”, ujar dia.

Kyrychenko menyatakan ia juga berencana berkunjung ke Yogyakarta untuk mempelajari wayang lebih lanjut, serta Pacitan untuk mempelajari teknik pelukisan Wayang Beber.

“Apabila saya semakin mendalami pengetahuan tentang wayang, tentunya saya akan lebih kreatif dalam berkreasi dan semakin mempromosikan Indonesia melalui berbagai lukisan bertema wayang karya saya,” kata dia.

Baca juga: MPR kembali sosialisasi Empat Pilar lewat pagelaran wayang

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020