Categories
Berita

Nelayan Sukabumi yang hilang diterjang ombak ditemukan meninggal


Sukabumi, Jabar (ANTARA) – Nelayan yang hilang pada Rabu (2/9) akibat diterjang ombak besar saat melaut seorang diri di Pantai Karanghawu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Awalnya warga dan nelayan melihat ada benda mengapung di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok yang jaraknya kurang lebih lima kilometer dari tepi pantai, setelah diperiksa ternyata benda itu mengapung dan dikenali sebagai Suhendra (54) warga Kampung Ciwaru, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang hilang dua hari saat sedang mencari ikan di tengah laut,” kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Jumat.

Warga dan nelayan yang menemukan jasad tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian serta unsur SAR lainnya dan tidak lama petugas gabungan tiba di lokasi dan mengevakuasi jasad korban ke bibir pantai.

Baca juga: Tim SAR temukan dua nelayan korban kapal karam di Riau
Baca juga: Basarnas Ternate evakuasi dua nelayan Fitu

Jasad tersebut langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pihak keluarga pun enggan melakukan visum dan sudah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Setelah diproses, jenazah almarhum Suhendra langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah duka.

Sebelumnya, seorang nelayan yang sedang mencari ikan Rabu (2/9) pagi, terkejut melihat kapal motor tradisional jenis congkreng yang terdampar di bibir pantai dalam kondisi rusak dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

Usut punya usut ternyata kapal itu sebelumnya digunakan oleh Suhendra untuk melaut pada Rabu (2/9) dini hari, namun dua jam setelah itu keberadaannya menghilang diduga karena perahunya diterjang gelombang tinggi. 

Baca juga: Kapal nelayan karam di perairan Rohil Riau, lima orang selamat
Baca juga: Perahu nelayan Sukabumi tenggelam ditabrak kapal tongkang
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Sukabumi, Jabar (ANTARA) – Nelayan yang hilang pada Rabu (2/9) akibat diterjang ombak besar saat melaut seorang diri di Pantai Karanghawu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Awalnya warga dan nelayan melihat ada benda mengapung di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok yang jaraknya kurang lebih lima kilometer dari tepi pantai, setelah diperiksa ternyata benda itu mengapung dan dikenali sebagai Suhendra (54) warga Kampung Ciwaru, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang hilang dua hari saat sedang mencari ikan di tengah laut,” kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Jumat.

Warga dan nelayan yang menemukan jasad tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian serta unsur SAR lainnya dan tidak lama petugas gabungan tiba di lokasi dan mengevakuasi jasad korban ke bibir pantai.

Baca juga: Tim SAR temukan dua nelayan korban kapal karam di Riau
Baca juga: Basarnas Ternate evakuasi dua nelayan Fitu

Jasad tersebut langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pihak keluarga pun enggan melakukan visum dan sudah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Setelah diproses, jenazah almarhum Suhendra langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah duka.

Sebelumnya, seorang nelayan yang sedang mencari ikan Rabu (2/9) pagi, terkejut melihat kapal motor tradisional jenis congkreng yang terdampar di bibir pantai dalam kondisi rusak dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

Usut punya usut ternyata kapal itu sebelumnya digunakan oleh Suhendra untuk melaut pada Rabu (2/9) dini hari, namun dua jam setelah itu keberadaannya menghilang diduga karena perahunya diterjang gelombang tinggi. 

Baca juga: Kapal nelayan karam di perairan Rohil Riau, lima orang selamat
Baca juga: Perahu nelayan Sukabumi tenggelam ditabrak kapal tongkang
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020