Categories
Berita

MUI minta ulama menjadi contoh pencegahan COVID-19


Medan (ANTARA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menyampaikan harapan para ulama dapat menjadi sosok yang dapat menjadi contoh dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Ketua MUI Medan Prof M.Hatta di Medan, Senin, mengatakan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19 di kota Medan.

“Sebagai ulama, kita harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat dalam pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya pada acara rapat koordinasi MUI Kota Medan dengan MUI Kecamatan se-kota Medan.

Ia mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin yang harus digelar minimal satu tahun sekali.

Baca juga: Pemerintah Jakarta dan Medan lakukan langkah proaktif cegah COVID-19

Baca juga: Cegah COVID-19, KPU estimasi 1.800 TPS tambahan di Pilkada Medan 2020

Dalam rakor itu dibahas mengenai dua hal diantaranya yaitu mengenai kesepakatan bersama tentang COVID-19 dan tentang pelaksanaan Pilkada Kota Medan tahun 2020.

Hatta beranggapan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 di kota Medan.

Selain itu Hatta juga meminta kepada para ulama agar ikut mensukseskan pelaksanaan Pilkada kota Medan tahun 2020 dengan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya secara tetap dan menghindari golput.

“Dengan begitu diharapkan akan muncul pemimpin terbaik untuk kota Medan ke depan,” katanya.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengajak para ulama yang hadir agar dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di kota Medan.

Mengingat pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi banyak hal baik dari segi kesehatan maupun ekonomi, bahkan Untuk kota Medan sendiri, kata Plt. Wali Kota Medan angka positif sudah mencapai 4000-an, dimana sekitar 2000-an sudah sembuh.

“Berdasarkan angka penularan dan kematian wabah ini masih sangat membahayakan bagi masyarakat, jadi apabila ada gejala-gejala penularan yang dirasakan segera ke rumah sakit agar virus di dalam tubuh tidak berkembang dan dapat segera di tangani,” katanya.*

Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, Polisi gelar patroli skala besar di Medan

Baca juga: Kapolres Tanjung Balai: warga diperiksa suhu tubuh cegah COVID-19

Pewarta: Juraidi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Medan (ANTARA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menyampaikan harapan para ulama dapat menjadi sosok yang dapat menjadi contoh dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Ketua MUI Medan Prof M.Hatta di Medan, Senin, mengatakan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19 di kota Medan.

“Sebagai ulama, kita harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat dalam pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya pada acara rapat koordinasi MUI Kota Medan dengan MUI Kecamatan se-kota Medan.

Ia mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin yang harus digelar minimal satu tahun sekali.

Baca juga: Pemerintah Jakarta dan Medan lakukan langkah proaktif cegah COVID-19

Baca juga: Cegah COVID-19, KPU estimasi 1.800 TPS tambahan di Pilkada Medan 2020

Dalam rakor itu dibahas mengenai dua hal diantaranya yaitu mengenai kesepakatan bersama tentang COVID-19 dan tentang pelaksanaan Pilkada Kota Medan tahun 2020.

Hatta beranggapan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 di kota Medan.

Selain itu Hatta juga meminta kepada para ulama agar ikut mensukseskan pelaksanaan Pilkada kota Medan tahun 2020 dengan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya secara tetap dan menghindari golput.

“Dengan begitu diharapkan akan muncul pemimpin terbaik untuk kota Medan ke depan,” katanya.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengajak para ulama yang hadir agar dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di kota Medan.

Mengingat pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi banyak hal baik dari segi kesehatan maupun ekonomi, bahkan Untuk kota Medan sendiri, kata Plt. Wali Kota Medan angka positif sudah mencapai 4000-an, dimana sekitar 2000-an sudah sembuh.

“Berdasarkan angka penularan dan kematian wabah ini masih sangat membahayakan bagi masyarakat, jadi apabila ada gejala-gejala penularan yang dirasakan segera ke rumah sakit agar virus di dalam tubuh tidak berkembang dan dapat segera di tangani,” katanya.*

Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, Polisi gelar patroli skala besar di Medan

Baca juga: Kapolres Tanjung Balai: warga diperiksa suhu tubuh cegah COVID-19

Pewarta: Juraidi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020