Categories
Berita

MPR minta GM FKPPI terus kawal ideologi negara dan NKRI


Landasan juang GM FKPPI sangat jelas untuk mendukung keutuhan NKRI.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta Gerakan Muda Forum Komunikasi Putra/Putri TNI Polri (GM FKPPI) tidak surut dalam mengawal ideologi negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah banyaknya upaya merongrong Pancasila dan usaha menggerogoti persatuan RI.

“GM FKPPI sebagai anak biologis sekaligus anak ideologis TNI dan Polri tidak boleh surut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa hingga NKRI tetap berdiri kukuh,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Basarah menegaskan bahwa politik GM FKPPI adalah politik kenegaraan yang setia kepada presiden terpilih, siapa pun presidennya yang terpilih dalam pemilihan umum yang demokratis

Baca juga: Ketua FKPPI Papua: Pancasila pemersatu bangsa

Ia mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pembekalan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42 GM FKPPI secara virtual, Jumat.

Basarah yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat GM FKPPI periode 2019—2024 itu mengatakan bahwa GM FKPPI sejak lahir 12 September 1978 telah berperan penting dalam menjalankan fungsi dinamisator, mediator, stabilisator, katalisator, juga komunikator dalam kepentingan politik bangsa.

Menurut dia, upaya untuk merongrong ideologi Pancasila dan usaha memecah kesatuan NKRI seolah tidak pernah berhenti. Misalnya, pada pekan ini media massa memberitakan aksi Ormas “Paguyuban Tunggal Rahayu” di Kecamatan Cisewu, Garut, Jawa Barat, dengan sengaja telah mengganti lambang Pancasila dan mencetak uang sendiri untuk ormas mereka.

“Ormas ini dipimpin oleh seseorang yang mengaku bernama Mr. Sutarman. Mereka menggunakan media sosial Facebook dan lain-lain untuk menunjukkan upaya mereka memisahkan diri dari kesatuan Republik Indonesia dan menggerogoti ideologi Pancasila,” ujarnya.

Baca juga: Bamsoet gelar “rapid test” bagi keluarga besar FKPPI

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, momentum HUT Ke-42 GM FKPPI sangat tepat untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi ke depan dalam mengawal NKRI berdasarkan Pancasila.

Basarah mengatakan bahwa apa yang sedang berkembang di Indonesia, mulai dari fenomena ormas di Garut itu sampai upaya-upaya politik lainnya yang hendak membenturkan Pancasila dengan isu-isu agama, hendaknya dicermati GM FKPPI dalam mengawal Pancasila dan keutuhan NKRI.

Menurut dia, GM FKPPI sebagai organisasi yang lahir dari rahim TNI/Polri harus selalu berada di garis terdepan dalam menjaga kukuh dan berdirinya NKRI yang berlandaskan Pancasila.

Ia menilai landasan juang GM FKPPI sangat jelas untuk mendukung keutuhan NKRI itu, yaitu semangat sumpah Pemuda 1928, semangat juang 1945, semangat Sapta Marga, dan semangat Tribrata.

Baca juga: FKPPI pastikan jadi garda terdepan NKRI dan Pancasila

“Tantangan yang kita hadapi hari ini sebenarnya lebih banyak bersifat nirmiliter. Paling mencolok adalah propaganda ekstrimisme agama dan kampanye paham hidup bebas yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, menurut dia, bukan tidak mustahil benteng pertahanan bangsa Indonesia akan jebol sehingga GM FKPPI perlu merumuskan langkah dan strategi baru yang up to date agar bangsa Indonesia memiliki imunitas kuat melawan penetrasi ideologi-ideologi asing.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Landasan juang GM FKPPI sangat jelas untuk mendukung keutuhan NKRI.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta Gerakan Muda Forum Komunikasi Putra/Putri TNI Polri (GM FKPPI) tidak surut dalam mengawal ideologi negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah banyaknya upaya merongrong Pancasila dan usaha menggerogoti persatuan RI.

“GM FKPPI sebagai anak biologis sekaligus anak ideologis TNI dan Polri tidak boleh surut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa hingga NKRI tetap berdiri kukuh,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Basarah menegaskan bahwa politik GM FKPPI adalah politik kenegaraan yang setia kepada presiden terpilih, siapa pun presidennya yang terpilih dalam pemilihan umum yang demokratis

Baca juga: Ketua FKPPI Papua: Pancasila pemersatu bangsa

Ia mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pembekalan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42 GM FKPPI secara virtual, Jumat.

Basarah yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat GM FKPPI periode 2019—2024 itu mengatakan bahwa GM FKPPI sejak lahir 12 September 1978 telah berperan penting dalam menjalankan fungsi dinamisator, mediator, stabilisator, katalisator, juga komunikator dalam kepentingan politik bangsa.

Menurut dia, upaya untuk merongrong ideologi Pancasila dan usaha memecah kesatuan NKRI seolah tidak pernah berhenti. Misalnya, pada pekan ini media massa memberitakan aksi Ormas “Paguyuban Tunggal Rahayu” di Kecamatan Cisewu, Garut, Jawa Barat, dengan sengaja telah mengganti lambang Pancasila dan mencetak uang sendiri untuk ormas mereka.

“Ormas ini dipimpin oleh seseorang yang mengaku bernama Mr. Sutarman. Mereka menggunakan media sosial Facebook dan lain-lain untuk menunjukkan upaya mereka memisahkan diri dari kesatuan Republik Indonesia dan menggerogoti ideologi Pancasila,” ujarnya.

Baca juga: Bamsoet gelar “rapid test” bagi keluarga besar FKPPI

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, momentum HUT Ke-42 GM FKPPI sangat tepat untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi ke depan dalam mengawal NKRI berdasarkan Pancasila.

Basarah mengatakan bahwa apa yang sedang berkembang di Indonesia, mulai dari fenomena ormas di Garut itu sampai upaya-upaya politik lainnya yang hendak membenturkan Pancasila dengan isu-isu agama, hendaknya dicermati GM FKPPI dalam mengawal Pancasila dan keutuhan NKRI.

Menurut dia, GM FKPPI sebagai organisasi yang lahir dari rahim TNI/Polri harus selalu berada di garis terdepan dalam menjaga kukuh dan berdirinya NKRI yang berlandaskan Pancasila.

Ia menilai landasan juang GM FKPPI sangat jelas untuk mendukung keutuhan NKRI itu, yaitu semangat sumpah Pemuda 1928, semangat juang 1945, semangat Sapta Marga, dan semangat Tribrata.

Baca juga: FKPPI pastikan jadi garda terdepan NKRI dan Pancasila

“Tantangan yang kita hadapi hari ini sebenarnya lebih banyak bersifat nirmiliter. Paling mencolok adalah propaganda ekstrimisme agama dan kampanye paham hidup bebas yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, menurut dia, bukan tidak mustahil benteng pertahanan bangsa Indonesia akan jebol sehingga GM FKPPI perlu merumuskan langkah dan strategi baru yang up to date agar bangsa Indonesia memiliki imunitas kuat melawan penetrasi ideologi-ideologi asing.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020