Categories
Berita

Menhub tinjau konektivitas transportasi antarmoda di Palembang


Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. …

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung konektivitas dan efektivitas transportasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Menhub menjajal langsung kereta LRT (light rail transit) Sumsel menuju stasiun LRT Jakabaring. Tiba di Stasiun LRT Jakabaring didampingi sejumlah pejabat Menhub mencoba langsung Bus Trans Musi.

“Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. Tadi dari stasiun LRT ke shelter BRT sangat dekat. Selanjutnya, kita akan terus tingkatkan efektivitas keterpaduan antarmoda transportasi ini. Jadi antarmoda satu dengan yang lain harus bersinergi,” kata Menhub dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Baca juga: Menhub cek protokol kesehatan di simpul transportasi Kalsel – Kaltim

Menhub mengakui di masa pandemi seperti saat ini memang terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum, akan tetapi Ia tetap meminta para operator memberikan pelayanan yang terbaik tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada masa pandemi telah dilakukan pembatasan operasional secara bertahap pada layanan LRT Sumsel.

“Di masa pandemi saat ini kami melakukan pembatasan perjalanan kereta, dari 88 perjalanan di masa normal menjadi 22 perjalanan. Selain untuk menjaga pencegahan penyebaran virus COVID-19 hal ini juga dikarenakan jumlah penumpang juga turun,” ujarnya.

Baca juga: PSBB, Kemenhub koordinasikan ke Pemprov DKI aturan bertransportasi

Lanjutnya, terkait moda BRT Trans Musi saat ini terdapat tiga koridor yang dijalankan dengan skema Buy The Service (BTS).

Ketiga koridor ini adalah bus rute Terminal Alang Alang Lebar – Dempo, Asrama Haji – Terminal Sako, serta Terminal Plaju – Stasiun Induk Jakabaring.

Skema BTS merupakan skema dimana pemerintah membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

“Skema BTS ini di Sumatera Selatan sudah berjalan tiga koridor, dan akan terus bertambah. Saya lihat load-nya cukup baik, sehingga saya berharap ini menjadi moda transportasi yang efektif bagi masyarakat Palembang,” katanya.

Baca juga: Menhub yakin mampu kelola BMN senilai Rp504 triliun secara efektif

Menhub juga secara simbolis memberikan bantuan berupa 2.000 masker kepada Dinas Pehubungan Kota Palembang.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu Dishub Kota Palembang untuk tetap melaksanakan dan memperketat protokol kesehatan kepada penumpang transportasi umum khususnya moda LRT.

“Faktor utama yang harus diperhatikan adalah kesehatan. Saya berpesan agar operator maupun pemerintah daerah senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan serta terus meningkatkan pengawasan agar pengguna LRT merasa aman dan nyaman,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang turut mendampingi Menhub dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa tahun ini akan ditambah satu koridor bus skema BTS dengan rencana rute Terminal Alang Alang Lebar – Talang Jambe.

“Kita akan membantu lagi satu koridor dan sudah kita lelangkan kepada Pemerintah Kota Palembang dengan kendaraan koridor Alang Lebar – Talang Jambe akan kita berikan tahun ini juga. Koridornya dengan tambahan menjadi empat koridor, yang sudah jalan sekarang tiga koridor, jumlah kendaraan 43 dan kita jaga headwaynya antara 10-15 menit,” katanya.

Turut pula mendampingi Menteri Perhubungan dalam kegiatan ini Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan, Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan Nelson Firdaus, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. …

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung konektivitas dan efektivitas transportasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Menhub menjajal langsung kereta LRT (light rail transit) Sumsel menuju stasiun LRT Jakabaring. Tiba di Stasiun LRT Jakabaring didampingi sejumlah pejabat Menhub mencoba langsung Bus Trans Musi.

“Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. Tadi dari stasiun LRT ke shelter BRT sangat dekat. Selanjutnya, kita akan terus tingkatkan efektivitas keterpaduan antarmoda transportasi ini. Jadi antarmoda satu dengan yang lain harus bersinergi,” kata Menhub dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Baca juga: Menhub cek protokol kesehatan di simpul transportasi Kalsel – Kaltim

Menhub mengakui di masa pandemi seperti saat ini memang terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum, akan tetapi Ia tetap meminta para operator memberikan pelayanan yang terbaik tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada masa pandemi telah dilakukan pembatasan operasional secara bertahap pada layanan LRT Sumsel.

“Di masa pandemi saat ini kami melakukan pembatasan perjalanan kereta, dari 88 perjalanan di masa normal menjadi 22 perjalanan. Selain untuk menjaga pencegahan penyebaran virus COVID-19 hal ini juga dikarenakan jumlah penumpang juga turun,” ujarnya.

Baca juga: PSBB, Kemenhub koordinasikan ke Pemprov DKI aturan bertransportasi

Lanjutnya, terkait moda BRT Trans Musi saat ini terdapat tiga koridor yang dijalankan dengan skema Buy The Service (BTS).

Ketiga koridor ini adalah bus rute Terminal Alang Alang Lebar – Dempo, Asrama Haji – Terminal Sako, serta Terminal Plaju – Stasiun Induk Jakabaring.

Skema BTS merupakan skema dimana pemerintah membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

“Skema BTS ini di Sumatera Selatan sudah berjalan tiga koridor, dan akan terus bertambah. Saya lihat load-nya cukup baik, sehingga saya berharap ini menjadi moda transportasi yang efektif bagi masyarakat Palembang,” katanya.

Baca juga: Menhub yakin mampu kelola BMN senilai Rp504 triliun secara efektif

Menhub juga secara simbolis memberikan bantuan berupa 2.000 masker kepada Dinas Pehubungan Kota Palembang.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu Dishub Kota Palembang untuk tetap melaksanakan dan memperketat protokol kesehatan kepada penumpang transportasi umum khususnya moda LRT.

“Faktor utama yang harus diperhatikan adalah kesehatan. Saya berpesan agar operator maupun pemerintah daerah senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan serta terus meningkatkan pengawasan agar pengguna LRT merasa aman dan nyaman,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang turut mendampingi Menhub dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa tahun ini akan ditambah satu koridor bus skema BTS dengan rencana rute Terminal Alang Alang Lebar – Talang Jambe.

“Kita akan membantu lagi satu koridor dan sudah kita lelangkan kepada Pemerintah Kota Palembang dengan kendaraan koridor Alang Lebar – Talang Jambe akan kita berikan tahun ini juga. Koridornya dengan tambahan menjadi empat koridor, yang sudah jalan sekarang tiga koridor, jumlah kendaraan 43 dan kita jaga headwaynya antara 10-15 menit,” katanya.

Turut pula mendampingi Menteri Perhubungan dalam kegiatan ini Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan, Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan Nelson Firdaus, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020