Categories
Berita

Kemenhub gelar padat karya libatkan 130 warga di Terminal Bobotsari


Sampai bulan Agustus kemarin, baru terserap sekitar Rp12 miliar. Jadi, saya masih punya sisa sekitar Rp34 miliar yang belum saya kerjakan untuk Program Padat Karya

Purbalingga (ANTARA) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan Program Padat Karya Tunai di Terminal Bus Tipe A Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dibuka anggota Komisi V DPR RI Lasmi Indaryani didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar) Kemenhub Budi Setiyadi di Terminal Bobotsari, Sabtu siang, melibatkan sekitar 130 warga yang mayoritas ibu rumah tangga.

Saat memberi sambutan Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan kegiatan padat karya tersebut sebagai langkah awal dari pembangunan Terminal Bus Tipe A Bobotsari yang rencananya akan dilaksanakan mulai tahun 2021.

Baca juga: Tanggulangi PHK, Kemenhub siapkan program padat karya Rp5,9 triliun

“Program Padat Karya merupakan programnya pemerintah, programnya Pak Jokowi. Beliau meminta kepada semua kementerian yang ada, kemudian juga didorong dari mitra-mitra di DPR RI untuk segera membelanjakan uang-uang pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan dalam kondisi ekonomi yang terdampak oleh pandemi COVID-19 pemerintah harus benar-benar hadir untuk membuat pekerjaan-pekerjaan yang sangat bermanfaat untuk ekonomi masyarakat.

Pihaknya memiliki alokasi anggaran sekitar Rp46 miliar untuk Program Padat Karya.

Baca juga: Kemenhub laksanakan program padat karya di Bandara Ngloram Cepu

“Sampai bulan Agustus kemarin, baru terserap sekitar Rp12 miliar. Jadi, saya masih punya sisa sekitar Rp34 miliar yang belum saya kerjakan untuk Program Padat Karya,” katanya.

Menurut dia, Program Padat Karya tersebut akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2020.

Saat ditemui usai memberi sambutan Budi Setiyadi mengakui kegiatan padat karya tersebut hanya dilaksanakan dalam satu hari di setiap daerah dengan melibatkan masyarakat yang tidak memiliki keterampilan.

Baca juga: Kemenhub bahas perbaikan Terminal Rajabasa lewat program padat karya

Dalam hal ini, kata dia, kegiatan padat karya di Terminal Bus Tipe A Bobotsari tersebut hanya untuk perawatan seperti pengecatan pagar dan membersihkan lingkungan dengan upah sebesar Rp100.000/orang.

“Mungkin nanti pada saat ada pekerjaan pembangunan terminal, kami banyak Program Padat Karyanya. Kan banyak masyarakat yang enggak mempunyai keterampilan, mungkin mereka hanya untuk membantu pekerjaan,” jelasnya.

Baca juga: Lembaga kajian: Manfaat padat karya tunai langsung kembali ke rakyat
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Sampai bulan Agustus kemarin, baru terserap sekitar Rp12 miliar. Jadi, saya masih punya sisa sekitar Rp34 miliar yang belum saya kerjakan untuk Program Padat Karya

Purbalingga (ANTARA) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan Program Padat Karya Tunai di Terminal Bus Tipe A Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dibuka anggota Komisi V DPR RI Lasmi Indaryani didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar) Kemenhub Budi Setiyadi di Terminal Bobotsari, Sabtu siang, melibatkan sekitar 130 warga yang mayoritas ibu rumah tangga.

Saat memberi sambutan Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan kegiatan padat karya tersebut sebagai langkah awal dari pembangunan Terminal Bus Tipe A Bobotsari yang rencananya akan dilaksanakan mulai tahun 2021.

Baca juga: Tanggulangi PHK, Kemenhub siapkan program padat karya Rp5,9 triliun

“Program Padat Karya merupakan programnya pemerintah, programnya Pak Jokowi. Beliau meminta kepada semua kementerian yang ada, kemudian juga didorong dari mitra-mitra di DPR RI untuk segera membelanjakan uang-uang pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan dalam kondisi ekonomi yang terdampak oleh pandemi COVID-19 pemerintah harus benar-benar hadir untuk membuat pekerjaan-pekerjaan yang sangat bermanfaat untuk ekonomi masyarakat.

Pihaknya memiliki alokasi anggaran sekitar Rp46 miliar untuk Program Padat Karya.

Baca juga: Kemenhub laksanakan program padat karya di Bandara Ngloram Cepu

“Sampai bulan Agustus kemarin, baru terserap sekitar Rp12 miliar. Jadi, saya masih punya sisa sekitar Rp34 miliar yang belum saya kerjakan untuk Program Padat Karya,” katanya.

Menurut dia, Program Padat Karya tersebut akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2020.

Saat ditemui usai memberi sambutan Budi Setiyadi mengakui kegiatan padat karya tersebut hanya dilaksanakan dalam satu hari di setiap daerah dengan melibatkan masyarakat yang tidak memiliki keterampilan.

Baca juga: Kemenhub bahas perbaikan Terminal Rajabasa lewat program padat karya

Dalam hal ini, kata dia, kegiatan padat karya di Terminal Bus Tipe A Bobotsari tersebut hanya untuk perawatan seperti pengecatan pagar dan membersihkan lingkungan dengan upah sebesar Rp100.000/orang.

“Mungkin nanti pada saat ada pekerjaan pembangunan terminal, kami banyak Program Padat Karyanya. Kan banyak masyarakat yang enggak mempunyai keterampilan, mungkin mereka hanya untuk membantu pekerjaan,” jelasnya.

Baca juga: Lembaga kajian: Manfaat padat karya tunai langsung kembali ke rakyat
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020