Categories
Berita

Japnas Aceh: Pengusaha dituntut cerdas dan kreatif pada masa pandemi


Banda Aceh (ANTARA) – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Aceh menyatakan para pengusaha dituntut untuk lebih cerdas dan kreatif memanfaatkan peluang usaha yang paling dibutuhkan pasar pada masa pandemi COVID-19 sehingga tetap eksis.

“Bisnis yang paling menarik digeluti dan dimanfaatkan pada masa pandemi COVID-19 adalah sektor kuliner, kesehatan, dan busana,” kata Ketua Harian Japnas Aceh Mahfudz Y Loethan di Banda Aceh, Jumat (28/8).

Baca juga: Japnas siap jadi penarik investasi ke tanah air

Pernyataan itu disampaikan Mahfudz di sela-sela kegiatan temu bisnis “Business Matching Virtual” yang diikuti sejumlah pengusaha yang ada di Aceh dan Jawa Barat.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga bagian dari upaya menggenjot pertumbuhan bisnis dan usaha di dua provinsi serta mempertemukan langsung para pelaku usaha yang berkiprah di berbagai sektor bisnis.

“Kita juga berharap temu bisnis virtual akan menambah gairah pelaku usaha, terutama UKM di kedua daerah untuk terus eksis dan kreatif walau di tengah pandemi COVID-19 yang menimpa dunia pada umumnya,” katanya.

Baca juga: Japnas Business Matching hasilkan kesepakatan bisnis Rp152 miliar

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut sejumlah pengusaha dari kedua provinsi itu juga sepakat melakukan kerja sama. Pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan lebih lanjut untuk merealisasikan kerja sama mereka.

“Dari Aceh, beberapa produk UMKM berbasis pangan bermitra dengan gerai swalayan di Bandung dan pengusaha Jawa Barat bekerja sama dalam memproduksi busana muslim dengan pengusaha Aceh,” kata Mahfudz.

Ketua Harian PP Japnas Widianto Saputro menyampaikan apresiasi untuk forum tersebut dan berharap dapat menjadi “role model” guna memfasilitasi berbagai kegiatan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Japnas siap kembangkan potensi sumber daya alam Jambi

“Inti dari Japnas adalah sinergi bisnis, gelar silaturahim untuk bersinergi dan salah satun aktivitasnya adalah ‘bussines matching’ ini,” katanya.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Banda Aceh (ANTARA) – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Aceh menyatakan para pengusaha dituntut untuk lebih cerdas dan kreatif memanfaatkan peluang usaha yang paling dibutuhkan pasar pada masa pandemi COVID-19 sehingga tetap eksis.

“Bisnis yang paling menarik digeluti dan dimanfaatkan pada masa pandemi COVID-19 adalah sektor kuliner, kesehatan, dan busana,” kata Ketua Harian Japnas Aceh Mahfudz Y Loethan di Banda Aceh, Jumat (28/8).

Baca juga: Japnas siap jadi penarik investasi ke tanah air

Pernyataan itu disampaikan Mahfudz di sela-sela kegiatan temu bisnis “Business Matching Virtual” yang diikuti sejumlah pengusaha yang ada di Aceh dan Jawa Barat.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga bagian dari upaya menggenjot pertumbuhan bisnis dan usaha di dua provinsi serta mempertemukan langsung para pelaku usaha yang berkiprah di berbagai sektor bisnis.

“Kita juga berharap temu bisnis virtual akan menambah gairah pelaku usaha, terutama UKM di kedua daerah untuk terus eksis dan kreatif walau di tengah pandemi COVID-19 yang menimpa dunia pada umumnya,” katanya.

Baca juga: Japnas Business Matching hasilkan kesepakatan bisnis Rp152 miliar

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut sejumlah pengusaha dari kedua provinsi itu juga sepakat melakukan kerja sama. Pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan lebih lanjut untuk merealisasikan kerja sama mereka.

“Dari Aceh, beberapa produk UMKM berbasis pangan bermitra dengan gerai swalayan di Bandung dan pengusaha Jawa Barat bekerja sama dalam memproduksi busana muslim dengan pengusaha Aceh,” kata Mahfudz.

Ketua Harian PP Japnas Widianto Saputro menyampaikan apresiasi untuk forum tersebut dan berharap dapat menjadi “role model” guna memfasilitasi berbagai kegiatan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Japnas siap kembangkan potensi sumber daya alam Jambi

“Inti dari Japnas adalah sinergi bisnis, gelar silaturahim untuk bersinergi dan salah satun aktivitasnya adalah ‘bussines matching’ ini,” katanya.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020