Categories
Berita

GP Belgia kali ini terasa membosankan bagi Verstappen


Jakarta (ANTARA) – Kendati finis podium untuk keenam kalinya musim ini, Max Verstappen merasa bosan menjalani Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu, karena tak bisa memberi perlawanan berarti kepada tim rival, Mercedes.

Verstappen melewatkan posisi start baris terdepan setelah terpaut 0,015 detik di babak kualifikasi dan harus start dari P3.

Setelah sempat kehilangan posisinya, dan mengklaim kembali dari Daniel Ricciardo di awal lomba, Verstappen melesat dengan mobil Red Bull RB16 untuk menjaga jarak namun tidak memiliki performa untuk menekan atau menyerang duet Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Baca juga: Juara GP Belgia, Hamilton semakin dekati rekor Schumacher
Baca juga: Terkait rumor Vettel, Perez yakin bertahan di Racing Point tahun depan

“Cukup membosankan, tak banyak yang bisa dilakukan,” kata Verstappen seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Aku tidak bisa mengejar mereka ketika mereka menekan. Kemudian aku kehabisan ban pada akhirnya hingga di delapan putaran terakhir aku mundur, menjaga ban depan jadi hari ini tidak terlalu menyenangkan di luar sana.

“Dengan ban medium aku sangat memiliki daya cengkeram. Dengan hard, awalnya aku mencoba memberi sedikit tekanan kepada Valtteri namun mereka menyuruhnya untuk lebih kencang dan aku tidak bisa mengikutinya jadi ini sedikit terasa sendirian.

Laju mobil Renault Ricciardo jelang finis cukup cepat hingga dalam jarak serang jika Verstappen melakukan pitstop. Tim Red Bull akhirnya memutuskan untuk tidak memasukkan Verstappen dan sebagai akibatnya harus menjaga bannya hingga finis.

Pebalap asal Belanda itu bahkan merasakan getaran di mobilnya hingga finis karena ban sudah tak nyaman lagi dipakai.

Verstappen finis 15 detik setelah Hamilton yang menjuarai balapan seri ketujuh musim 2020 itu, dan berjarak tujuh detik di belakang Bottas yang finis runner-up.

Ricciardo finis P4, 3,422 detik di belakang Verstappen, dan merebut satu poin tambahan berkat mencetak waktu putaran tercepat.

Dengan hasil itu Verstappen masih bertahan di peringkat dua dan kini berjarak 47 poin dari Hamilton yang semakin kokoh di puncak klasemen. Valtteri Bottas memperpendek jaraknya dari pebalap Belanda itu menjadi tiga poin.

Baca juga: Ricciardo, Ocon tampil impresif, Renault panen poin di GP Belgia
Baca juga: Ferrari jeblok di kualifikasi GP Belgia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Kendati finis podium untuk keenam kalinya musim ini, Max Verstappen merasa bosan menjalani Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu, karena tak bisa memberi perlawanan berarti kepada tim rival, Mercedes.

Verstappen melewatkan posisi start baris terdepan setelah terpaut 0,015 detik di babak kualifikasi dan harus start dari P3.

Setelah sempat kehilangan posisinya, dan mengklaim kembali dari Daniel Ricciardo di awal lomba, Verstappen melesat dengan mobil Red Bull RB16 untuk menjaga jarak namun tidak memiliki performa untuk menekan atau menyerang duet Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Baca juga: Juara GP Belgia, Hamilton semakin dekati rekor Schumacher
Baca juga: Terkait rumor Vettel, Perez yakin bertahan di Racing Point tahun depan

“Cukup membosankan, tak banyak yang bisa dilakukan,” kata Verstappen seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Aku tidak bisa mengejar mereka ketika mereka menekan. Kemudian aku kehabisan ban pada akhirnya hingga di delapan putaran terakhir aku mundur, menjaga ban depan jadi hari ini tidak terlalu menyenangkan di luar sana.

“Dengan ban medium aku sangat memiliki daya cengkeram. Dengan hard, awalnya aku mencoba memberi sedikit tekanan kepada Valtteri namun mereka menyuruhnya untuk lebih kencang dan aku tidak bisa mengikutinya jadi ini sedikit terasa sendirian.

Laju mobil Renault Ricciardo jelang finis cukup cepat hingga dalam jarak serang jika Verstappen melakukan pitstop. Tim Red Bull akhirnya memutuskan untuk tidak memasukkan Verstappen dan sebagai akibatnya harus menjaga bannya hingga finis.

Pebalap asal Belanda itu bahkan merasakan getaran di mobilnya hingga finis karena ban sudah tak nyaman lagi dipakai.

Verstappen finis 15 detik setelah Hamilton yang menjuarai balapan seri ketujuh musim 2020 itu, dan berjarak tujuh detik di belakang Bottas yang finis runner-up.

Ricciardo finis P4, 3,422 detik di belakang Verstappen, dan merebut satu poin tambahan berkat mencetak waktu putaran tercepat.

Dengan hasil itu Verstappen masih bertahan di peringkat dua dan kini berjarak 47 poin dari Hamilton yang semakin kokoh di puncak klasemen. Valtteri Bottas memperpendek jaraknya dari pebalap Belanda itu menjadi tiga poin.

Baca juga: Ricciardo, Ocon tampil impresif, Renault panen poin di GP Belgia
Baca juga: Ferrari jeblok di kualifikasi GP Belgia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020