Categories
Berita

Ferrari susah dikendarai di Monza


Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc dan Sebastian Vettel mengungkapkan mobil Ferrari SF1000 mereka sulit dikendarai ketika dibawa melaju di sesi latihan bebas Grand Prix Italia, Jumat.

Catatan terbaik Leclerc hanya mampu membawanya finis P8 di FP2, 1,3 detik dari pemuncak sesi Lewis Hamilton.

Sedangkan Vettel hanya mampu finis P12 hari itu.

Kedua pebalap tampak kewalahan dengan setelan downforce rendah yang mereka pakai hari itu dan bahkan sang pebalap Monako mengatakan lewat radio jika “mobil ini sangat sulit dikendarai.”

“Kami tentunya harus mencoba mencari sesuatu untuk balapan nanti, kalau tidak maka itu akan sangat, sangat sulit,” kata Leclerc seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Baca juga: Bos Ferrari akui butuh waktu tahunan untuk kembali kuasai F1

“Kami sepertinya sangat kewalahan dengan keseimbangan dan degradasi ban secara keseluruhan ketika melaju dengan bahan bakar banyak. Tentunya hal itu masih harus banyak dibenahi tapi cukup positif melihat laju kualifikasi kami.

“Semoga bisa masuk Q3, tapi aku rasa itu akan sangat ketat,” kata Leclerc yang tahun lalu meraih pole position dan juara di Monza.

Senada dengan rekan satu timnya, Vettel mengatakan jika mobilnya sulit dikendarai, namun itu bukan kali pertama baginya musim ini.

“Di mana kekurangan kami? Aku rasa kami kalah di lintasan lurus, seperti yang diduga, tapi dalam hal di mana kami ingin mobil ini lebih baik, kami kekurangan daya cengkeram ketika memasuki tikungan yang cukup banyak di semua empat ban.

“Mobil ini sering tergelincir dan sulit dikendalikan. Sangat sulit membuat semuanya benar… tapi kami mencoba membuatnya lebih baik besok,” kata Vettel.

Baca juga: Ferrari alami frustasi di Spa jelang dua balapan di kandang

Ferrari cukup banyak kehilangan tenaga mesinnya di lintasan lurus sejak investigasi dan penyelesaian konfidensial nan kontroversial dengan FIA tahun ini menyusul protes dari sejumlah tim rival terkait power unit Ferrari yang dianggap ‘mendadak bertenaga’ musim lalu.

Tim pabrikan asal Italia itu, yang saat ini berada di peringkat lima dan tertinggal dua poin dari Renault, sedang menuju penampilan terburuk mereka dalam 40 tahun terakhir dan di balapan kandang mereka ketika Italia kebagian tiga slot balapan di kalender revisi F1 tahun ini.

Tim paling tua dan tersukses di F1 itu akhir pekan lalu finis tanpa poin di Belgia setelah gagal masuk peringkat 10 besar di kualifikasi.

Monza, seperti Spa, merupakan trek yang sangat menuntut kecepatan dan tenaga mesin. Mengulangi hasil yang sama di sirkuit yang sensitif dengan tenaga itu bakal memalukan bagi Ferrari, apalagi di kandang sendiri.

Baca juga: Ferrari jeblok di kualifikasi GP Belgia
Baca juga: Verstappen pesimistis di Monza
Baca juga: Hamilton prediksi kualifikasi GP Italia bakal berantakan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc dan Sebastian Vettel mengungkapkan mobil Ferrari SF1000 mereka sulit dikendarai ketika dibawa melaju di sesi latihan bebas Grand Prix Italia, Jumat.

Catatan terbaik Leclerc hanya mampu membawanya finis P8 di FP2, 1,3 detik dari pemuncak sesi Lewis Hamilton.

Sedangkan Vettel hanya mampu finis P12 hari itu.

Kedua pebalap tampak kewalahan dengan setelan downforce rendah yang mereka pakai hari itu dan bahkan sang pebalap Monako mengatakan lewat radio jika “mobil ini sangat sulit dikendarai.”

“Kami tentunya harus mencoba mencari sesuatu untuk balapan nanti, kalau tidak maka itu akan sangat, sangat sulit,” kata Leclerc seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Baca juga: Bos Ferrari akui butuh waktu tahunan untuk kembali kuasai F1

“Kami sepertinya sangat kewalahan dengan keseimbangan dan degradasi ban secara keseluruhan ketika melaju dengan bahan bakar banyak. Tentunya hal itu masih harus banyak dibenahi tapi cukup positif melihat laju kualifikasi kami.

“Semoga bisa masuk Q3, tapi aku rasa itu akan sangat ketat,” kata Leclerc yang tahun lalu meraih pole position dan juara di Monza.

Senada dengan rekan satu timnya, Vettel mengatakan jika mobilnya sulit dikendarai, namun itu bukan kali pertama baginya musim ini.

“Di mana kekurangan kami? Aku rasa kami kalah di lintasan lurus, seperti yang diduga, tapi dalam hal di mana kami ingin mobil ini lebih baik, kami kekurangan daya cengkeram ketika memasuki tikungan yang cukup banyak di semua empat ban.

“Mobil ini sering tergelincir dan sulit dikendalikan. Sangat sulit membuat semuanya benar… tapi kami mencoba membuatnya lebih baik besok,” kata Vettel.

Baca juga: Ferrari alami frustasi di Spa jelang dua balapan di kandang

Ferrari cukup banyak kehilangan tenaga mesinnya di lintasan lurus sejak investigasi dan penyelesaian konfidensial nan kontroversial dengan FIA tahun ini menyusul protes dari sejumlah tim rival terkait power unit Ferrari yang dianggap ‘mendadak bertenaga’ musim lalu.

Tim pabrikan asal Italia itu, yang saat ini berada di peringkat lima dan tertinggal dua poin dari Renault, sedang menuju penampilan terburuk mereka dalam 40 tahun terakhir dan di balapan kandang mereka ketika Italia kebagian tiga slot balapan di kalender revisi F1 tahun ini.

Tim paling tua dan tersukses di F1 itu akhir pekan lalu finis tanpa poin di Belgia setelah gagal masuk peringkat 10 besar di kualifikasi.

Monza, seperti Spa, merupakan trek yang sangat menuntut kecepatan dan tenaga mesin. Mengulangi hasil yang sama di sirkuit yang sensitif dengan tenaga itu bakal memalukan bagi Ferrari, apalagi di kandang sendiri.

Baca juga: Ferrari jeblok di kualifikasi GP Belgia
Baca juga: Verstappen pesimistis di Monza
Baca juga: Hamilton prediksi kualifikasi GP Italia bakal berantakan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020