Categories
Berita

Dandim Mimika minta warga jangan kembali dulu ke Tembagapura


Aparat TNI dan Polri akan terus berupaya keras untuk menguasai kembali seluruh wilayah Distrik Tembagapura.

Timika (ANTARA) – Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya meminta warga tiga kampung Distrik Tembagapura yang sejak awal Maret lalu hingga kini masih mengungsi di Timika dan sekitarnya agar bersabar untuk kembali ke kampung halaman mereka.

“Situasi keamanan di wilayah itu belum sepenuhnya kondusif,” kata Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya di Timika, Jumat.

Masyarakat dari beberapa kampung di sekitar Tembagapura, yaitu Banti, Kimbeli, dan Opitawak yang sementara ini masih mengungsi di Timika agar tidak berupaya kembali ke atas dahulu.

Baca juga: Kapendam Cenderawasih: KKB tembak warga sipil di Tembagapura

Letkol Yoga meminta pula kepada mereka untuk menjaga iklim kondusif di tempat masing-masing.

“Tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membuat situasi menjadi tidak enak sebab situasi keamanan di sana belum sepenuhnya aman karena masih ada kelompok separatis bersenjata,” kata Letkol Yoga.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 1.000 warga tiga kampung di Distrik Tembagapura itu mengungsi ke Timika dan sekitarnya di awal Maret lalu setelah beberapa kelompok KKB dari wilayah pegunungan dipimpin komandan operasi Lekagak Telenggen tiba di wilayah Distrik Tembagapura pada tanggal 4 Februari 2020.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata juga mengimbau warga Distrik Tembagapura yang sementara mengungsi di Timika agar jangan segera kembali ke kampung halaman mereka lantaran situasi di wilayah Banti, Kimbeli, dan Opitawak belum sepenuhnya aman.

Baca juga: Dinsos Mimika belum salurkan bahan pokok kepada warga Tembagapura

“Kami sarankan masyarakat untuk tidak naik ke Tembagapura karena kami belum bisa meyakinkan seluruh wilayah di sana sudah aman,” kata Era.

Aparat TNI dan Polri, kata dia, akan terus berupaya keras untuk menguasai kembali seluruh wilayah Distrik Tembagapura dari pendudukan KKB.

Ia khawatir pada saat masyarakat kembali ke sana akan menjadi tameng KKB. Oleh karena itu, aparat TNI dan Polri melakukan penegakan hukum.

“Bisa saja masyarakat yang menjadi korban. Doakan aparat TNI dan Polri bisa secepatnya kembali mengamankan wilayah tersebut, terutama sekarang yang belum kami kuasai sepenuhnya di wilayah Aroanop (Kampung Baluni dan Jagamin),” kata Era.

Ratusan warga Kimbeli dan Banti saat mengungsi dari kampung halaman mereka ke Timika di awal Maret 2020. ANTARA/Evarianus Supar

Saat ini aparat TNI dan Polri di Mimika terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pascaoperasi penegakkan hukum yang menewaskan salah satu pimpinan KKB Kali Kopi Hengky Wanmang pada hari Minggu (16/8).

Kapolres menegaskan operasi penegakan hukum itu merupakan operasi gabungan satuan tugas TNI dan Polri di wilayah Mimika, khususnya di wilayah Tembagapura.

Baca juga: Takut KKB, 1.572 orang dievakuasi dari Tembagapura

Selain itu, Kapolres Mimika meminta dukungan warga masyarakat untuk bersama-sama seluruh unsur terkait lainnya menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah tersebut.

“Mari bersama-sama menciptakan rasa aman di Kabupaten Mimika, terutama di kota Timika. Informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami untuk menjamin rasa aman seluruh masyarakat di wilayah Mimika,” kata Era.

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Aparat TNI dan Polri akan terus berupaya keras untuk menguasai kembali seluruh wilayah Distrik Tembagapura.

Timika (ANTARA) – Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya meminta warga tiga kampung Distrik Tembagapura yang sejak awal Maret lalu hingga kini masih mengungsi di Timika dan sekitarnya agar bersabar untuk kembali ke kampung halaman mereka.

“Situasi keamanan di wilayah itu belum sepenuhnya kondusif,” kata Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya di Timika, Jumat.

Masyarakat dari beberapa kampung di sekitar Tembagapura, yaitu Banti, Kimbeli, dan Opitawak yang sementara ini masih mengungsi di Timika agar tidak berupaya kembali ke atas dahulu.

Baca juga: Kapendam Cenderawasih: KKB tembak warga sipil di Tembagapura

Letkol Yoga meminta pula kepada mereka untuk menjaga iklim kondusif di tempat masing-masing.

“Tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membuat situasi menjadi tidak enak sebab situasi keamanan di sana belum sepenuhnya aman karena masih ada kelompok separatis bersenjata,” kata Letkol Yoga.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 1.000 warga tiga kampung di Distrik Tembagapura itu mengungsi ke Timika dan sekitarnya di awal Maret lalu setelah beberapa kelompok KKB dari wilayah pegunungan dipimpin komandan operasi Lekagak Telenggen tiba di wilayah Distrik Tembagapura pada tanggal 4 Februari 2020.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata juga mengimbau warga Distrik Tembagapura yang sementara mengungsi di Timika agar jangan segera kembali ke kampung halaman mereka lantaran situasi di wilayah Banti, Kimbeli, dan Opitawak belum sepenuhnya aman.

Baca juga: Dinsos Mimika belum salurkan bahan pokok kepada warga Tembagapura

“Kami sarankan masyarakat untuk tidak naik ke Tembagapura karena kami belum bisa meyakinkan seluruh wilayah di sana sudah aman,” kata Era.

Aparat TNI dan Polri, kata dia, akan terus berupaya keras untuk menguasai kembali seluruh wilayah Distrik Tembagapura dari pendudukan KKB.

Ia khawatir pada saat masyarakat kembali ke sana akan menjadi tameng KKB. Oleh karena itu, aparat TNI dan Polri melakukan penegakan hukum.

“Bisa saja masyarakat yang menjadi korban. Doakan aparat TNI dan Polri bisa secepatnya kembali mengamankan wilayah tersebut, terutama sekarang yang belum kami kuasai sepenuhnya di wilayah Aroanop (Kampung Baluni dan Jagamin),” kata Era.

Ratusan warga Kimbeli dan Banti saat mengungsi dari kampung halaman mereka ke Timika di awal Maret 2020. ANTARA/Evarianus Supar

Saat ini aparat TNI dan Polri di Mimika terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pascaoperasi penegakkan hukum yang menewaskan salah satu pimpinan KKB Kali Kopi Hengky Wanmang pada hari Minggu (16/8).

Kapolres menegaskan operasi penegakan hukum itu merupakan operasi gabungan satuan tugas TNI dan Polri di wilayah Mimika, khususnya di wilayah Tembagapura.

Baca juga: Takut KKB, 1.572 orang dievakuasi dari Tembagapura

Selain itu, Kapolres Mimika meminta dukungan warga masyarakat untuk bersama-sama seluruh unsur terkait lainnya menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah tersebut.

“Mari bersama-sama menciptakan rasa aman di Kabupaten Mimika, terutama di kota Timika. Informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami untuk menjamin rasa aman seluruh masyarakat di wilayah Mimika,” kata Era.

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020