Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca

 

HUJAN RINGAN

Suhu 26-34°C

Kelembaban 61-94%

Kec.Angin 20 km/jam

Arah Angin Timur Laut

Data Bencana

Kebakaran kembali melanda kawasan Jalan Hasan Basri Samarinda, Puluhan bangunan warga hangus terbakar

SAMARINDA- Musibah kebakaran kembali terjadi dikota Samarinda, kali ini terjadi di wilayah Jalan Hasan Basri RT. 23 dan 26, Kelurahan Temindung, Kecamatan Sungai Pinang. Kebakaran terjadi pada hari Kamis, 06 Desember  2018, sekitar pukul 14.20 Wita. 

Sulitnya mencapai TKP dan mengupayakan pemadaman terhambat oleh banyakknya warga yang menonton dan memarkirkan Kendaraannya di Jalanan sehingga menghambat pergerakan Mobil Pemadam menuju TKP. Selain itu kondisi bangunan yang rata-rata terbuat dari kayu dengan jarak yang juga sangat rapat membuat api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan yang lain.


Team  Damkar BPBD Kota Samarinda bekerjasama dengan Team Damkar serta dibantu TNI/Polri, PMI dan relawan/LSM Swasta mengerahkan unit armada untuk memadamkan api di lokasi kejadian.


Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin menjelaskan, api dapat dipadamkam sekitar pukul 16.20 Wita.


Akibat kejadian itu, dari data sementara yang dihimpunnya, di RT 23 terdapat 13 bangunan tempat tinggal rusak berat, 5 bangunan tempat tinggal lainnya dan 1 Fasilitas Umum (Masjid) rusak ringan.


Di RT tersebut, terdapat 21 Kepala Kaluarga (KK) yang terdiri dari 84 jiwa kehilangan tempat tinggal.


Sedangkan di RT 26, terdapat 5 bangunan tempat tinggal rusak berat, dan 1 bangunan tempat tinggal rusak ringan, yang mengakibatkan 8 KK, 20 Jiwa kehilangan tempat tinggal.


"Ada dua korban, yakni warga dan relawan yang sempat sesak nafas karena menghirup asap. Untuk asal api berasal dari rumah Untung, yang saat itu tengah disewa," ucap Nanang.


"Untuk data selengkapnya sedang kita himpun, untuk sementara itu data yang kami peroleh di lapangan," tambahnya.


Dirinya pun berharap agar masyarakat dapat paham dan mengerti, agar tidak mendekat ke lokasi kebakaran, pasalnya hal itu menyulitkan petugas pemadam menjangkau lokasi, guna memadamkan api.


"Banyak yang nonton saja, mengambil gambar tidak membantu. Seharusnya warga paham dengan kondisi seperti itu, untuk tidak mendekat ke sekitar lokasi kejadian," tegasnya.


Sementara itu, untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.an

Halaman Lainnya

×

Data Bencana