Categories
Berita

SMITA gandeng Pemkab Lombok Barat siap “Go Global”


..mudah-mudahan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah.

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia (SMITA) untuk pengembangan potensi daerah dan memperkenalkan ke mancanegara.

Penjajakan tersebut dilakukan pada kegiatan “Macao Night 2020 & 5th Anniversary” yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu malam (11/1).

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini sedang berusaha mengembangkan usaha berbasis industri rumahan dengan memanfaatkan potensi daerah.

Potensi tersebut berupa produk utama yang siap “go internasional” dan masuk pasar modern antara lain gula aren dengan aneka produk turunannya seperti brown sugar, gula sari dalam bentuk sachet dicampur dengan jahe dan banyak juga hasil-hasil pertanian lainnya.

“Kita terus mendorong dan membantu petani untuk mengolah hasil-hasil pertanian tersebut,” kata Fauzan.
Baca juga: Mahasiswa UGM bantu pemulihan ekonomi Lombok Utara

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berupaya memanfaatkan hasil-hasil perikanan dan rumput laut untuk dijadikan keripik yang menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, serta penggarapan lahan garam sekitar 40 hektar dari potensi 400 hektar yang bisa dikembangkan.

“Garam yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat sangat bagus sekali kualitasnya, dengan miliki kandungan 98,8 kcl yang bisa dimanfaatkan untuk kosmetik dan bahan obat-obatan,” ungkapnya.

Fauzan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga melakukan pengembangkan produk utama berupa kopi dengan mulai memperluas cakupan lahan.

Untuk bidang pariwisata Kabupaten Lombok Barat memiliki keindahan alam, budaya serta kenyamanan wisatawan dalam menikmati liburan.
Baca juga: Geopark solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan

Dia mengatakan ke depan akan lebih banyak lagi mengundang investor, karena masih banyak kawasan yang bisa dijadikan potensi dalam mendukung sektor pariwisata antara lain Kecamatan Sekotong.

“Panjang pantai seluruh Lombok Barat 196 kilometer, sekitar 152 kilometer adalah Kecamatan Sekotong jadi itu sangat luas sekali untuk dijadikan destinasi wisata,” tuturnya.

Kerjasama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia ini diharapkan memberikan manfaat bagi perkembangan Kabupaten Lombok Barat.

“Kami siapkan kualitas produksi unggulan, mudah-mudahan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah,” ujar Fauzan.
Baca juga: Mendorong kebangkitan perekonomian Lombok Utara pascagempa

Sementara itu Penasehat Senior SMITA, Thomas Soo mengungkapkan kerjasama tersebut akan membuka peluang UKM Malaysia terutama SMITA dengan Kabupaten Lombok Barat.

“SMITA memiliki jaringan seluruh dunia, saat ini kita banyak memiliki proyek-proyek dengan negara lain antara di China. Kita melihat ini sebagai segitiga marketing antara China, Indonesia dan Malaysia yang akan menjadi satu pasar potensial,” katanya.

Kabupaten Lombok Barat menurut Thomas, merupakan alternatif destinasi pariwisata baru diluar Bali dengan memiliki garis pantai yang sangat panjang dan sangat cocok bagi industri pariwisata.
Baca juga: Kemenparekraf usulkan NTB jadi tuan rumah WITM

SMITA juga berencana mendorong pengembangkan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat seperti gula aren, kopi, durian dan manggis.

Acara tersebut juga mengundang Dr Ong Kian Ming (Kementerian Perdagangan Antarbangsa dan Industri Malaysia) sebagai perwakilan pemerintahan Malaysia, para diplomat dari sejumlah negara sahabat yang meliputi duta besar, pejabat di komisi perdagangan dan kalangan bisnis.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Bupati dan delegasi Lombok Barat pada acara ini, harapannya semoga kerjasama dengan Pemkab Lombok Barat akan bisa diwujudkan,” tegas Megane S.C Soo, Nasional Presiden of SMITA.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Lombok Barat meningkat pascagempa

 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

..mudah-mudahan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah.

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia (SMITA) untuk pengembangan potensi daerah dan memperkenalkan ke mancanegara.

Penjajakan tersebut dilakukan pada kegiatan “Macao Night 2020 & 5th Anniversary” yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu malam (11/1).

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini sedang berusaha mengembangkan usaha berbasis industri rumahan dengan memanfaatkan potensi daerah.

Potensi tersebut berupa produk utama yang siap “go internasional” dan masuk pasar modern antara lain gula aren dengan aneka produk turunannya seperti brown sugar, gula sari dalam bentuk sachet dicampur dengan jahe dan banyak juga hasil-hasil pertanian lainnya.

“Kita terus mendorong dan membantu petani untuk mengolah hasil-hasil pertanian tersebut,” kata Fauzan.
Baca juga: Mahasiswa UGM bantu pemulihan ekonomi Lombok Utara

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berupaya memanfaatkan hasil-hasil perikanan dan rumput laut untuk dijadikan keripik yang menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, serta penggarapan lahan garam sekitar 40 hektar dari potensi 400 hektar yang bisa dikembangkan.

“Garam yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat sangat bagus sekali kualitasnya, dengan miliki kandungan 98,8 kcl yang bisa dimanfaatkan untuk kosmetik dan bahan obat-obatan,” ungkapnya.

Fauzan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga melakukan pengembangkan produk utama berupa kopi dengan mulai memperluas cakupan lahan.

Untuk bidang pariwisata Kabupaten Lombok Barat memiliki keindahan alam, budaya serta kenyamanan wisatawan dalam menikmati liburan.
Baca juga: Geopark solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan

Dia mengatakan ke depan akan lebih banyak lagi mengundang investor, karena masih banyak kawasan yang bisa dijadikan potensi dalam mendukung sektor pariwisata antara lain Kecamatan Sekotong.

“Panjang pantai seluruh Lombok Barat 196 kilometer, sekitar 152 kilometer adalah Kecamatan Sekotong jadi itu sangat luas sekali untuk dijadikan destinasi wisata,” tuturnya.

Kerjasama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia ini diharapkan memberikan manfaat bagi perkembangan Kabupaten Lombok Barat.

“Kami siapkan kualitas produksi unggulan, mudah-mudahan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah,” ujar Fauzan.
Baca juga: Mendorong kebangkitan perekonomian Lombok Utara pascagempa

Sementara itu Penasehat Senior SMITA, Thomas Soo mengungkapkan kerjasama tersebut akan membuka peluang UKM Malaysia terutama SMITA dengan Kabupaten Lombok Barat.

“SMITA memiliki jaringan seluruh dunia, saat ini kita banyak memiliki proyek-proyek dengan negara lain antara di China. Kita melihat ini sebagai segitiga marketing antara China, Indonesia dan Malaysia yang akan menjadi satu pasar potensial,” katanya.

Kabupaten Lombok Barat menurut Thomas, merupakan alternatif destinasi pariwisata baru diluar Bali dengan memiliki garis pantai yang sangat panjang dan sangat cocok bagi industri pariwisata.
Baca juga: Kemenparekraf usulkan NTB jadi tuan rumah WITM

SMITA juga berencana mendorong pengembangkan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat seperti gula aren, kopi, durian dan manggis.

Acara tersebut juga mengundang Dr Ong Kian Ming (Kementerian Perdagangan Antarbangsa dan Industri Malaysia) sebagai perwakilan pemerintahan Malaysia, para diplomat dari sejumlah negara sahabat yang meliputi duta besar, pejabat di komisi perdagangan dan kalangan bisnis.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Bupati dan delegasi Lombok Barat pada acara ini, harapannya semoga kerjasama dengan Pemkab Lombok Barat akan bisa diwujudkan,” tegas Megane S.C Soo, Nasional Presiden of SMITA.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Lombok Barat meningkat pascagempa

 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020


Categories
Berita

Jokowi Bertolak ke Abu Dhabi, Bahas Investasi dengan Putra Mahkota MBZ



Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA), Minggu (12/1/2020). Kunjungan Jokowi ke Abu Dhabi guna mengejar investasi hingga menjadi pembicara kunci (keynote speakers).

Jokowi dan rombongan bertolak ke Abu Dhabi pukul 08.10 WIB pagi tadi dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1. Dia direncanakan mendarat di Abu Dhabi International Airport.

Setibanya di Abu Dhabi, Jokowi akan disambut dengan upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota MBZ.

“Jadi acara utama beliau nanti sore yaitu diundang di Istana, ada reception, ada pembicara bilateral antara Indonesia dengan Raja (Abu Dhabi). Kemudian setelah itu juga beliau ada pertemuan dengan Putra Mahkota,” tutur Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Pertemuan bilateral ini untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi ke Indonesia, Juli 2019. Adapun isu yang akan dibahas Presiden dengan Putra Mahkota antara lain kerja sama ekonomi, khususnya investasi UEA di Indonesia.

Selain itu, Jokowi juga menjadi keynote speakers dalam acara Abu Dhabi Sustainability Week pada Senin, 13 Januari 2020. Mantan Walikota Solo itu akan mengenalkan sebuah paradigma baru dari ketahanan energi menjadi energi yang berkelanjutan.

“Ini kan sebuah acara yang prestisius tentang suistainability. Bukan hanya lingkungan, tapi bagaimana juga ekonomi berkelanjutan, teknologi yang berkelanjutan, dan lain-lain ya,” ujar Pratikno.



Source link

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA), Minggu (12/1/2020). Kunjungan Jokowi ke Abu Dhabi guna mengejar investasi hingga menjadi pembicara kunci (keynote speakers).

Jokowi dan rombongan bertolak ke Abu Dhabi pukul 08.10 WIB pagi tadi dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1. Dia direncanakan mendarat di Abu Dhabi International Airport.

Setibanya di Abu Dhabi, Jokowi akan disambut dengan upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota MBZ.

“Jadi acara utama beliau nanti sore yaitu diundang di Istana, ada reception, ada pembicara bilateral antara Indonesia dengan Raja (Abu Dhabi). Kemudian setelah itu juga beliau ada pertemuan dengan Putra Mahkota,” tutur Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Pertemuan bilateral ini untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi ke Indonesia, Juli 2019. Adapun isu yang akan dibahas Presiden dengan Putra Mahkota antara lain kerja sama ekonomi, khususnya investasi UEA di Indonesia.

Selain itu, Jokowi juga menjadi keynote speakers dalam acara Abu Dhabi Sustainability Week pada Senin, 13 Januari 2020. Mantan Walikota Solo itu akan mengenalkan sebuah paradigma baru dari ketahanan energi menjadi energi yang berkelanjutan.

“Ini kan sebuah acara yang prestisius tentang suistainability. Bukan hanya lingkungan, tapi bagaimana juga ekonomi berkelanjutan, teknologi yang berkelanjutan, dan lain-lain ya,” ujar Pratikno.


Categories
Berita

BI: Ekonomi Sumatera Selatan terjaga sepanjang 2019


Ekonomi tetap tumbuh sepanjang 2019, dan dibarengi oleh kenaikan harga barang yang terkendali.

Palembang (ANTARA) – Perekonomian di Sumatera Selatan terjaga sepanjang 2019 meski daerah ini masih dihadapkan pada pelemahan harga komoditas karet, sawit, dan batu bara.

Kepala BI Kantor Perwakilan Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari di Palembang, Sabtu, mengatakan, indikator terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,5 persen-6,0 persen.

Selain itu, angka inflasi juga 2,06 persen atau relatif rendah sesuai dengan target 3,0 persen plus minus 1 persen.

“Ekonomi tetap tumbuh sepanjang 2019, dan dibarengi oleh kenaikan harga barang yang terkendali,” kata dia.

Baca juga: Gubernur BI sebut rupiah masuk terbaik di Asia

Ia mengatakan inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi dari dalam daerah sendiri.

Sebelumnya, Sumsel sangat tergantung pasokan dari luar daerah.

“Distribusi yang lancar yang berdampak positif dengan angka inflasi ini diharapkan dapat mendorong penurunan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat Sumsel menjadi turut terjaga,” kata dia.

Sepanjang 2019, pertumbuhan ekonomi Sumsel dinilai baik, yang tercermin dari kinerja pada triwulan III/2019 sebesar 5,67 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan regional Sumatera.

Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan bakal di kisaran 5,7 persen-6,1 persen pada tahun 2020 karena didorong oleh investasi.

Baca juga: Pemerintah perlu genjot investasi jangan bergantung konsumsi domestik

Sementara itu secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berada di sekitar 5,1 persen pada 2019 dan akan meningkat dalam kisaran 5,1 persen-5,5 persen pada 2020.
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Ekonomi tetap tumbuh sepanjang 2019, dan dibarengi oleh kenaikan harga barang yang terkendali.

Palembang (ANTARA) – Perekonomian di Sumatera Selatan terjaga sepanjang 2019 meski daerah ini masih dihadapkan pada pelemahan harga komoditas karet, sawit, dan batu bara.

Kepala BI Kantor Perwakilan Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari di Palembang, Sabtu, mengatakan, indikator terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,5 persen-6,0 persen.

Selain itu, angka inflasi juga 2,06 persen atau relatif rendah sesuai dengan target 3,0 persen plus minus 1 persen.

“Ekonomi tetap tumbuh sepanjang 2019, dan dibarengi oleh kenaikan harga barang yang terkendali,” kata dia.

Baca juga: Gubernur BI sebut rupiah masuk terbaik di Asia

Ia mengatakan inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi dari dalam daerah sendiri.

Sebelumnya, Sumsel sangat tergantung pasokan dari luar daerah.

“Distribusi yang lancar yang berdampak positif dengan angka inflasi ini diharapkan dapat mendorong penurunan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat Sumsel menjadi turut terjaga,” kata dia.

Sepanjang 2019, pertumbuhan ekonomi Sumsel dinilai baik, yang tercermin dari kinerja pada triwulan III/2019 sebesar 5,67 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan regional Sumatera.

Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan bakal di kisaran 5,7 persen-6,1 persen pada tahun 2020 karena didorong oleh investasi.

Baca juga: Pemerintah perlu genjot investasi jangan bergantung konsumsi domestik

Sementara itu secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berada di sekitar 5,1 persen pada 2019 dan akan meningkat dalam kisaran 5,1 persen-5,5 persen pada 2020.
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020


Categories
Berita

Respons cuaca ekstrem, Bupati-wali kota NTT diingatkan siaga bencana


Para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan seluruh bupati dan wali kota untuk siaga bencana menyusul adanya peringatan dini BMKG terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang dan petir melanda provinsi berbasis kepulauan ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi di Kupang, Sabtu, mengatakan hal itu terkait upaya antisipasi pemerintah terhadap terjadinya bencana alam sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda NTT mulai 3 hingga 7 Januari 2019 dengan terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor serta terjadi angin kencang dan petir.

“Gubernur NTT sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota agar mulai siaga bencana selama NTT dilanda cuaca buruk,” katanya.

Menurut dia, Pemprov NTT meminta para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Gubernur sudah meminta agar bantuan tangap darurat baik makanan, terpal dan selimut dan tenda serta dapur umum harus disiapkan lebih dini sehingga lebih cepat didistribusikan kepada warga yang tertimpa musib akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Selain itu juga fasilitas operasi dalam penanggulangan bencana juga harus disiapkan saat ini.

Dia mengatakan, pemprov berharap semua kabupaten/kota untuk membentuk posko penanggulangan bencana hingga ke desa-desa untuk mempermudah pemerintah dalam melakukan penanganan terhadap para korban bencana apabila terjadi bencana alam.

“Semua daerah harus segera bentuk posko penanggulangan bencana dan diharapkan semua kejadian dilaporkan kepada pemerintah Provinsi NTT,” katanya.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana seperti di daerah perbukitan yang rawan longsor dan bantaran kali untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. 

Baca juga: BNPB bantu Rp31 miliar penanggulangan bencana di NTT

Baca juga: Brimob Polda NTT diperintahkan siaga bencana alam

Baca juga: Pemkab Kupang : Dana desa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan seluruh bupati dan wali kota untuk siaga bencana menyusul adanya peringatan dini BMKG terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang dan petir melanda provinsi berbasis kepulauan ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi di Kupang, Sabtu, mengatakan hal itu terkait upaya antisipasi pemerintah terhadap terjadinya bencana alam sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda NTT mulai 3 hingga 7 Januari 2019 dengan terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor serta terjadi angin kencang dan petir.

“Gubernur NTT sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota agar mulai siaga bencana selama NTT dilanda cuaca buruk,” katanya.

Menurut dia, Pemprov NTT meminta para bupati dan wali kota agar menyiapkan secara dini dan berbagai dukungan logistik untuk penanganan darurat guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Gubernur sudah meminta agar bantuan tangap darurat baik makanan, terpal dan selimut dan tenda serta dapur umum harus disiapkan lebih dini sehingga lebih cepat didistribusikan kepada warga yang tertimpa musib akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Selain itu juga fasilitas operasi dalam penanggulangan bencana juga harus disiapkan saat ini.

Dia mengatakan, pemprov berharap semua kabupaten/kota untuk membentuk posko penanggulangan bencana hingga ke desa-desa untuk mempermudah pemerintah dalam melakukan penanganan terhadap para korban bencana apabila terjadi bencana alam.

“Semua daerah harus segera bentuk posko penanggulangan bencana dan diharapkan semua kejadian dilaporkan kepada pemerintah Provinsi NTT,” katanya.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana seperti di daerah perbukitan yang rawan longsor dan bantaran kali untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. 

Baca juga: BNPB bantu Rp31 miliar penanggulangan bencana di NTT

Baca juga: Brimob Polda NTT diperintahkan siaga bencana alam

Baca juga: Pemkab Kupang : Dana desa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020


Categories
Berita

Dampak Banjir, Volume Sampah di Tangerang Naik 800 Ton



Liputan6.com, Tangerang – Hujan deras dan banjir di Kota Tangerang, ternyata mengakibatkan volume sampah meningkat pesat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, usai banjir, volume sampah meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton.

“Jika di hari biasa, bukan musibah banjir seperti ini, petugas kami mengangkut sekitar 1.300 ton dalam sehari. Sedangkan hingga saat ini seluruh petugas belum berhenti melakukan pengangkutan sampah. Hingga sore nanti, diperkirakan meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton dari biasanya,” ungkap Dedi, saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).

Dia mengungkapkan, DLH mengerahkan sebanyak 775 petugas yang tersebar di seluruh titik banjir di Kota Tangerang. Petugas DLH juga dibantu sejumlah instansi lainnya seperti Bidang Pertamanan, Disbudpar dan ratusan relawan.

“Semakin banyak petugas yang kami kerahkan, serta bantuan dari personil lainnya. Aksi bersih-bersih Kota Tangerang pasca banjir akan semakin cepat, dan Kota Tangerang akan kembali pulih,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini, sampah yang diangkut petugas didominasi perabotan rumah tangga yang rusak akibat banjir. Seperti, springbed, kasur bekas, lemari, kayu-kayu, hingga batang-batang pohon.

 



Source link

Liputan6.com, Tangerang – Hujan deras dan banjir di Kota Tangerang, ternyata mengakibatkan volume sampah meningkat pesat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, usai banjir, volume sampah meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton.

“Jika di hari biasa, bukan musibah banjir seperti ini, petugas kami mengangkut sekitar 1.300 ton dalam sehari. Sedangkan hingga saat ini seluruh petugas belum berhenti melakukan pengangkutan sampah. Hingga sore nanti, diperkirakan meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton dari biasanya,” ungkap Dedi, saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).

Dia mengungkapkan, DLH mengerahkan sebanyak 775 petugas yang tersebar di seluruh titik banjir di Kota Tangerang. Petugas DLH juga dibantu sejumlah instansi lainnya seperti Bidang Pertamanan, Disbudpar dan ratusan relawan.

“Semakin banyak petugas yang kami kerahkan, serta bantuan dari personil lainnya. Aksi bersih-bersih Kota Tangerang pasca banjir akan semakin cepat, dan Kota Tangerang akan kembali pulih,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini, sampah yang diangkut petugas didominasi perabotan rumah tangga yang rusak akibat banjir. Seperti, springbed, kasur bekas, lemari, kayu-kayu, hingga batang-batang pohon.

 


Categories
Berita

Gubernur DKI Anies Tak Ingin Sembarangan Tetapkan Status Darurat Banjir



Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan status darurat bencana banjir di Ibu Kota. Hal itu menurutnya akan memiliki banyak dampak dan risiko.

“Kita tidak akan berkomentar karena status darurat itu punya konsekuensi yang tidak sederhana. Jadi sebelum kita mendengar resmi, saya tidak akan berkomentar,” kata Anies usai meninjau wilayah terdampak banjir di Penjagalan, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020.

Anies enggan membeberkan secara gamblang dampak dan risiko tersebut. Namun, dia menegaskan, banjir di Jakarta dapat cepat diatasi dalam tiga hari terakhir.

“Konsekuensinya banyak, nanti anda pelajari sendiri. Tapi ini sesungguhnya kalau kita lihat antara kemarin tanggal 1, 2, 3, sudah jauh lebih surut sekarang. Di Jakarta Barat paling banyak genangannya, tapi hari ini genangan itu sudah mulai surut dan Insyaallah Sabtu dan Minggu kita yakin akan jauh lebih sedikit lagi tempat yang masih ada genangan,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies yakin jika genangan di tiap wilayah terdampak banjir bisa segera surut, maka langkah rehabilitasi bisa segera dilakukan. Pihaknya juga akan terus membantu asupan logistik untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

“Suplai jalan terus siang, pagi, siang, sore, itu ada pasokan untuk makanan, untuk kebutuhan pokok. Ini bekerja terus dan kalau lihat kondisi bendungan ini Insyaallah cepat akan selesai,” Anies menandaskan.

 



Source link

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan status darurat bencana banjir di Ibu Kota. Hal itu menurutnya akan memiliki banyak dampak dan risiko.

“Kita tidak akan berkomentar karena status darurat itu punya konsekuensi yang tidak sederhana. Jadi sebelum kita mendengar resmi, saya tidak akan berkomentar,” kata Anies usai meninjau wilayah terdampak banjir di Penjagalan, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020.

Anies enggan membeberkan secara gamblang dampak dan risiko tersebut. Namun, dia menegaskan, banjir di Jakarta dapat cepat diatasi dalam tiga hari terakhir.

“Konsekuensinya banyak, nanti anda pelajari sendiri. Tapi ini sesungguhnya kalau kita lihat antara kemarin tanggal 1, 2, 3, sudah jauh lebih surut sekarang. Di Jakarta Barat paling banyak genangannya, tapi hari ini genangan itu sudah mulai surut dan Insyaallah Sabtu dan Minggu kita yakin akan jauh lebih sedikit lagi tempat yang masih ada genangan,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies yakin jika genangan di tiap wilayah terdampak banjir bisa segera surut, maka langkah rehabilitasi bisa segera dilakukan. Pihaknya juga akan terus membantu asupan logistik untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

“Suplai jalan terus siang, pagi, siang, sore, itu ada pasokan untuk makanan, untuk kebutuhan pokok. Ini bekerja terus dan kalau lihat kondisi bendungan ini Insyaallah cepat akan selesai,” Anies menandaskan.